Wednesday, March 29, 2023
HomeBerita AllKronologi Aksi Intimidasi Oknum Brimob Pada Fotografer Saat Kisruh Banceuy

Kronologi Aksi Intimidasi Oknum Brimob Pada Fotografer Saat Kisruh Banceuy

Kondisi Lapas Bancuey, Bandung saat terbakar Sabtu (23/4/2016). (Foto:
Kondisi Lapas Bancuey, Bandung saat terbakar Sabtu (23/4/2016). (Foto:

BANDUNG – Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung, Adi Marsiela, Minggu (24/4/2016), menjelaskan bagaimana kronologi kejadian yang menimpa fotografer Inilah.com, Ibenk saat kisruh di Lapas Banceuy, Bandung pada Sabtu (23/4/2016).

Pada Sabtu pukul 07.30 WIB mendatangi Lapas Banceuy untuk meliput kebakaran di Lapas. Sekitar pukul 08.00 WIB, petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api. Upaya itu mendapatkan perlawanan dari dalam lapas. Narapidana melemparkan batu dan barang-barang lain ke luar agar petugas tidak bisa memadamkan api.

Saat itulah, Ibenk melihat sebagian narapidana juga membawa kayu. Petugas kepolisian berbondong-bondong datang sekitar pukul 08.30 WIB. Setengah jam kemudian baru datang anggota Brimob sekitar dua kompi. Dengan memakai alat perlindungan diri berwarna hitam dan tameng yang menutupi kepala hingga bagian kaki, anggota brimob mencoba masuk ke lapas.

Saat itu, ada pejabat kepolisian dan TNI yang masuk ke dalam lapas. Ibenk yang sudah memasang pengenal pers tempatnya bekerja di leher ikut masuk ke dalam. Dia sempat mengabadikan kondisi narapidana yang tergeletak dan mengalami luka-luka di lorong-lorong lapas.

“Petugas juga sempat menembakkan gas air mata. Ada narapidana yang berdarah, ada juga yang digusur Brimob. Saya potret,” kata Ibenk.

Saat hendak keluar, tiba-tiba ada pimpinan Brimob yang berseru agar anggotanya menahan Ibenk. “Siapa itu foto-foto? Ambil kameranya , hapus semua!” begitu Ibenk menirukan seruan petugas tersebut.

Dalam keterangannya, Adi Marsiela menyatakan Ibenk lantas ditarik dan ditahan keluar oleh anggota Brimob. Sedikitnya lima orang dari mereka mengerubungi dan berusaha merebut kamera dari tangan Ibenk.

“Saya bertahan. Mereka mau ambil dan hapus foto saya. Saya bilang, kalau mau dihapus di luar saja, karena di luar saya tahu ada rekan-rekan wartawan yang lain. Karena tidak boleh keluar juga, akhirnya saya biarkan mereka menghapus foto-foto kejadian di dalam lapas. Daripada foto saya dihapus semua,” tutur Ibenk.

Bahkan sebelum keluar, seorang anggota Brimob memotret kartu pers dan foto wajah Ibenk.

(bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular