Jadi Satu-Satunya dari 22 Sekolah di Jember, SMAN Rambipuji Didorong Lebih Siaga Hadapi Bencana

Siswa dna siswi SMAN Rambipuji tengah menyimak penjelasan mengenai kebencanaan melalui program SPAB, Rabu (4/11/2026). (foto: Rizki D)

JEMBER, CAKRAWARTA.com – Kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi kebutuhan penting bagi satuan pendidikan, terutama di wilayah yang memiliki potensi ancaman bencana alam. Kesadaran inilah yang mulai diperkuat di SMAN Rambipuji, Kabupaten Jember, melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Menariknya, dari 22 SMA-SMK negeri di Kabupaten Jember, SMAN Rambipuji menjadi satu-satunya sekolah yang mendapatkan program SPAB pada tahun ini. Kehadiran program tersebut disambut antusias oleh warga sekolah yang berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus kesiapan menghadapi potensi bencana.

Kepala SMAN Rambipuji, Siti Mukhayatin, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, SPAB menjadi kesempatan penting bagi warga sekolah untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan dalam mengantisipasi bencana.

“Terima kasih banyak karena sekolah kami sebagai tempat SPAB. Semoga bisa men-support dan memotivasi kami, terutama dalam bidang kebencanaan. Pasti ada ilmu dan kesempatan untuk mendapatkan wawasan. Apalagi, potensi bencananya ada gempa bumi dan cuaca ekstrem. Selama dua hari kita diberi ilmu agar sewaktu-waktu jauh lebih siap dan bisa antisipasi jika terjadi bencana,” ungkap Siti Mukhayatin, Rabu (4/11/2026).

Program SPAB tersebut berlangsung selama dua hari yakni mulai hari ini, Rabu (4/11/2026) hingga Kamis (5/11/2026), di SMAN Rambipuji yang berlokasi di Jalan Durian No. 30, Kandang Kidul, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Jember.

Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari unsur siswa, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, hingga petugas keamanan sekolah.

Untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan warga sekolah, tiga fasilitator dari Sekretariat Bersama Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur, yakni Dian Harmuningsih, Andreas Eko Muljanto, dan Rizki Daniarto, turut memberikan pendampingan.

Materi kegiatan mencakup penyusunan dokumen kajian risiko bencana serta simulasi kebencanaan. Melalui kegiatan tersebut, warga sekolah diharapkan tidak hanya memahami potensi ancaman di lingkungan sekitar, tetapi juga mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengingatkan bahwa wilayah Jember menghadapi dinamika ancaman bencana yang perlu diantisipasi secara serius.

Ia mengungkapkan, selama enam bulan terakhir Jember dihadapkan pada persoalan kekeringan. Namun, setelah periode kekeringan berlalu, masyarakat perlu bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“Terima kasih kepada BPBD Jawa Timur yang telah menyumbangkan sekitar 1 juta liter selama kekeringan,” ucapnya.

Menurut Edy, Kecamatan Rambipuji termasuk wilayah yang kerap menghadapi bencana, terutama banjir. Kondisi tersebut tidak terlepas dari keberadaan aliran sungai yang melintasi wilayah tersebut dari hulu hingga hilir.

Karena itu, ia menyambut baik terpilihnya SMAN Rambipuji sebagai lokasi pelaksanaan SPAB. Terlebih, sekolah tersebut menjadi satu-satunya penerima program dari 22 SMA-SMK negeri di Kabupaten Jember tahun ini.

Edukasi Kebencanaan Harus Menular ke Masyarakat

Sekretaris BPBD Jawa Timur, Andhika Nurrahmad Sudigda, menegaskan bahwa pengetahuan mengenai kebencanaan harus terus dipelajari dan disebarluaskan. Program SPAB menjadi salah satu sarana untuk membangun kesadaran tersebut, khususnya di lingkungan pendidikan.

“Minimal ilmunya untuk diri sendiri dan bisa menginfokan kepada orang lain,” katanya.

Menurutnya, pemahaman kebencanaan tidak semestinya berhenti pada peserta yang mengikuti pelatihan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada lingkungan sekitar sehingga kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana semakin meluas.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Deni Prasetya, yang membuka kegiatan SPAB tersebut, mengungkapkan bahwa kondisi geografis Jember membuat wilayah ini memiliki kerawanan terhadap berbagai jenis bencana.

Oleh karena itu, menurutnya, penanganan dan kesiapsiagaan bencana membutuhkan kepedulian serta keterlibatan semua pihak, baik eksekutif, legislatif, maupun masyarakat.

Melalui program SPAB di SMAN Rambipuji, penguatan kapasitas kebencanaan diharapkan dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan pendidikan, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membangun budaya sadar bencana sejak dini.(*)

Kontributor: Rizki D

Editor: Abdel Rafi