Wednesday, April 1, 2026
spot_img
HomeSosial BudayaHalalbihalal NU Diwek, Perkuat Soliditas dan Khidmah untuk Umat

Halalbihalal NU Diwek, Perkuat Soliditas dan Khidmah untuk Umat

Momen Halal Bihalal para pengurus MWC NU Diwek dan seluruh jajaran ke bawahnya serta lembaga dan banom di dalamnya di Pesantren Falahul Muhibbin, Desa Watugaluh, Diwek, Jombang, Senin (30/3/2026) malam. (foto: NU Diwek)

JOMBANG, CAKRAWARTA.com – Sekitar 200 pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai tingkatan menghadiri kegiatan halalbihalal yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek. Kegiatan tersebut berlangsung di Pesantren Falahul Muhibbin, Desa Watugaluh, Senin (30/3/2026) malam.

Peserta yang hadir terdiri atas jajaran pengurus MWCNU, lembaga, badan otonom, hingga pengurus ranting NU, baik dari unsur syuriah maupun tanfidziyah. Kegiatan diawali dengan pembacaan shalawat, dilanjutkan istigasah yang dipimpin Kiai Muhammad Rofiq.

Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh menegaskan, NU merupakan ruang luas untuk menebar kebaikan kepada siapa pun, termasuk kepada mereka yang pernah menyakiti. “Halalbihalal ini menjadi momentum membersihkan hati, agar pengabdian kita kepada NU dilandasi keikhlasan, bukan pamrih,” ujar Hamdi dalam keterangannya pada media ini seusai acara, Selasa (31/3/2026) dini hari.

Ia juga mengakui masih terdapat kekurangan selama masa kepemimpinannya. Menurut dia, tanggung jawab sebagai tanfidziyah tidak ringan karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan amanah organisasi.

Hamdi menekankan, berbagai program yang telah berjalan perlu terus dilanjutkan. Ia mencontohkan kegiatan rutin seperti pengajian Seloso Legi dan Lailatul Ijtima’ yang menjadi pengikat kebersamaan warga NU di Diwek.

“Siapa pun nanti yang memimpin, kegiatan-kegiatan ini harus tetap berjalan,” katanya.

Rais Syuriah MWCNU Diwek KH Nur Hadi juga menyampaikan keterbukaan terhadap kritik sebagai bagian dari upaya memperbaiki organisasi. Ia menilai soliditas pengurus NU di Diwek telah terbangun dengan baik.

“Di Diwek ini sudah rukun, tinggal dijaga istiqamahnya,” ujar kiai yang akrab disapa Mbah Bolong tersebut.

Mustasyar PCNU Jombang itu menambahkan, tantangan ke depan menuntut NU untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat koordinasi. Menurut dia, potensi besar yang dimiliki NU di Diwek perlu dikelola melalui musyawarah dan kebersamaan.

Ia juga mengingatkan pentingnya melanjutkan tradisi perjuangan NU sebagaimana diwariskan para pendiri, termasuk semangat pengorbanan dalam merawat organisasi. “Harus ada yang rela berkorban dalam perjuangan ngopeni NU,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti peserta dengan penuh perhatian. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin KH Muchlis Dimyati, pengasuh Pesantren Darul Falah Cukir.(*)

Kontributor: Tim LTN NU Diwek

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular