Friday, February 27, 2026
spot_img
HomeEkonomikaBosan Lihat Fresh Graduate Salah Arah, Alumnus UNAIR Ini Bangun KarirCare

Bosan Lihat Fresh Graduate Salah Arah, Alumnus UNAIR Ini Bangun KarirCare

Restu Bagus Wicaksono dengan latar ilustrasi.

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Kegelisahan melihat banyak lulusan baru kebingungan memasuki dunia kerja mendorong Restu Bagus Wicaksono mengambil langkah berbeda. Alumnus Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR) itu mendirikan KarirCare, platform pendampingan karier yang kini ia pimpin sebagai Co-founder dan CEO melalui PT Menuju Karir Gemilang Indonesia.

Restu mengatakan bahwa ide mendirikan KarirCare lahir dari pengalaman pribadi dan pengamatannya terhadap mahasiswa yang dinilai kurang mendapat arahan ketika menghadapi proses rekrutmen kerja.

“Saya melihat banyak fresh graduate pintar secara akademik, tetapi tidak siap menghadapi interview dan tidak punya gambaran jelas tentang arah kariernya,” ujarnya.

Lulus pada 2008, Restu sempat meniti karier sebagai Management Trainee di Astra. Namun, setelah beberapa tahun berkecimpung di dunia korporasi, ia memutuskan fokus membangun usaha. Dari sejumlah lini bisnis yang ia rintis, KarirCare menjadi salah satu yang paling dekat dengan idealismenya.

Menurut dia, persoalan yang dihadapi lulusan baru bukan semata soal kompetensi, melainkan minimnya pendampingan dalam memahami potensi diri dan merencanakan langkah profesional.

KarirCare kemudian dikembangkan sebagai ruang pendampingan bagi mahasiswa, lulusan baru, hingga profesional muda. Layanan yang ditawarkan meliputi persiapan seleksi kerja, pelatihan wawancara, penyusunan curriculum vitae, hingga pemetaan minat dan bakat.

Bekal dari Organisasi Kampus

Semasa kuliah di FEB UNAIR, Restu aktif di organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen dan terlibat dalam Badan Eksekutif Mahasiswa.

Ia menilai pengalaman organisasi tersebut membentuk kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan membaca peluang, keterampilan yang kemudian relevan saat membangun bisnis.

“Di organisasi, kita belajar bekerja dalam tim dan memanfaatkan peluang. Itu menjadi bekal saat saya memulai usaha,” katanya.

Restu menekankan bahwa generasi muda perlu membangun arah karier secara sadar, bukan sekadar mengikuti arus atau tekanan lingkungan. “Jangan terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Fokus pada bakat dan minat, lalu dalami sampai menjadi unggul di bidang itu,” ujarnya.

Perjalanan Restu menunjukkan bahwa keresahan dapat menjadi titik awal inovasi. Dari pengalaman melihat banyak lulusan baru kehilangan arah, ia membangun platform yang berupaya menjembatani dunia kampus dan dunia profesional, sekaligus mendorong generasi muda lebih percaya diri menentukan masa depannya.(*)

Kontributor: Khefti

Editor: Abdel Rafi

Previous article
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular