
MADIUN, CAKRAWARTA.com – Pengawasan internal menjadi salah satu kunci untuk memastikan roda organisasi militer berjalan tertib, transparan, dan sesuai aturan. Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) menerima Tim Pengawas Audit Kinerja Inspektorat Jenderal Angkatan Darat (Itjenad) di Makorem 081/DSJ, Kota Madiun, Kamis (24/9/2026).
Tim Itjenad diterima langsung Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto di Ruang Command Center Supriyadi. Audit tersebut menjadi bagian dari mekanisme pengawasan terhadap pelaksanaan program kerja dan pengelolaan anggaran di lingkungan satuan.
Bagi Korem 081/DSJ, kehadiran tim pengawas bukan sekadar agenda pemeriksaan administratif. Audit dipandang sebagai momentum untuk menguji sejauh mana pelaksanaan program dan penggunaan anggaran telah berjalan sesuai ketentuan sekaligus mengidentifikasi ruang perbaikan dalam tata kelola organisasi.
Danrem 081/DSJ menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Audit Kinerja Itjenad. Ia menegaskan, fungsi pengawasan tidak semestinya dipahami hanya sebagai upaya mencari kesalahan atau kekurangan, melainkan sebagai instrumen evaluasi dan pembinaan untuk memperbaiki kinerja satuan.
“Kami menyadari bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari mekanisme pembinaan organisasi yang harus dilaksanakan guna mewujudkan kinerja satuan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Danrem.
Menurut Danrem, keterbukaan menjadi bagian penting dalam proses audit. Karena itu, seluruh staf terkait diperintahkan memberikan dukungan optimal kepada Tim Itjenad, termasuk membuka akses terhadap data, informasi, dan dokumen yang dibutuhkan selama proses pemeriksaan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa audit tidak berhenti pada pemeriksaan dokumen. Lebih jauh, proses pengawasan menjadi ruang untuk melihat kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan program, penggunaan anggaran, serta pertanggungjawaban satuan.
Di sisi lain, Brigjen TNI Yudi Pranoto selaku Ketua Tim Pengawas Itjenad mengajak jajaran Korem 081/DSJ tidak melihat tim audit semata-mata sebagai pihak pemeriksa. Ia justru mendorong agar auditor ditempatkan sebagai mitra dalam memperkuat tata kelola organisasi.
“Saya berharap kepada Danrem dan para perwira untuk menjadikan kami sebagai mitra konsultasi dan diskusi,” ujar Yudi.
Pernyataan tersebut menempatkan audit dalam perspektif yang lebih luas: bukan hanya menemukan persoalan setelah program berjalan, tetapi juga membuka ruang konsultasi agar potensi kesalahan dapat dicegah sejak awal.
Melalui audit kinerja tersebut, Korem 081/DSJ diharapkan mampu memastikan setiap program kerja dan pengelolaan anggaran terlaksana secara tertib, terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pada akhirnya, efektivitas pengawasan bukan hanya ditentukan oleh temuan audit, tetapi juga oleh keseriusan satuan menindaklanjuti setiap hasil evaluasi untuk memperbaiki kinerja organisasi.(*)
Kontributor: Arwang
Editor: Abdel Rafi








