
TULUNGAGUNG, CAKRAWARTA.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, disiapkan bukan sekadar untuk mengejar penyelesaian sejumlah proyek fisik. Program tersebut diarahkan menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk memastikan sasaran program berjalan sesuai rencana, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto turun langsung meninjau sejumlah lokasi yang akan menjadi sasaran TMMD, Kamis (8/10/2026).
Peninjauan dilakukan menjelang pelaksanaan TMMD sekaligus untuk melihat perkembangan pekerjaan yang telah dimulai melalui Pra-TMMD.
Sejumlah sasaran menjadi perhatian Danrem, mulai dari pembangunan rabat jalan, renovasi musala, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), hingga pembangunan jamban bagi masyarakat.
Bagi Danrem, kesiapan sejak sebelum TMMD resmi dimulai menjadi faktor penting. Pasalnya, waktu pelaksanaan program hanya berlangsung selama 30 hari sehingga pekerjaan dengan tingkat kesulitan atau durasi pengerjaan lebih panjang perlu dipersiapkan lebih awal.
“TMMD ini kan waktunya terbatas, hanya 30 hari. Jadi ada beberapa sasaran yang memang membutuhkan waktu lebih, maka Pra TMMD ini sebagai salah satu solusinya agar seluruhnya dapat selesai sesuai target,” katanya di sela peninjauan.
Menurut Kolonel Untoro, pelaksanaan Pra-TMMD bukan sekadar mempercepat pekerjaan. Langkah tersebut juga menjadi upaya mengantisipasi berbagai kendala teknis di lapangan sehingga ketika TMMD berlangsung, seluruh sasaran dapat dikerjakan secara optimal dan selesai sesuai target.
Sasaran fisik yang disiapkan dalam TMMD ke-130 menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diarahkan pada infrastruktur penghubung, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Pembangunan rabat jalan diharapkan mendukung mobilitas warga, sementara renovasi musala, rumah tidak layak huni, dan pembangunan jamban berkaitan langsung dengan kualitas kehidupan masyarakat sehari-hari.
Karena itu, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari berapa banyak pekerjaan fisik yang selesai, tetapi juga dari sejauh mana hasil pembangunan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Pojok.
Danrem menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memastikan seluruh sasaran program dapat diwujudkan.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi kekuatan utama TMMD, yang sejak awal dirancang dengan semangat gotong royong dan kebersamaan.
“TMMD ini adalah bagian dari upaya kita untuk membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan, sekaligus bagaimana untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” pungkas Danrem.
Dengan dimulainya Pra-TMMD, berbagai pekerjaan awal di Desa Pojok terus dipersiapkan untuk menyambut pelaksanaan TMMD ke-130. Targetnya bukan hanya menyelesaikan pekerjaan dalam batas waktu yang tersedia, tetapi memastikan setiap sasaran benar-benar memberi manfaat bagi warga.
Di titik inilah TMMD kembali menegaskan fungsi utamanya: mempertemukan kekuatan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam satu kerja bersama untuk menjawab kebutuhan pembangunan di tingkat desa.(*)
Kontributor: Arwang
Editor: Abdel Rafi





