PWNU Jatim Pastikan Kesiapan Hampir 100 Persen, Munas-Konbes NU di Ploso Siap Digelar

Ketua Panitia Daerah Munas-Konbes NU dari PWNU Jawa Timur, Dr HM Mustain MAg, (tengah) saat memimpin rapat koordinasi Munas dan Konbes di PP Ploso, Kediri, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)
KEDIRI, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memastikan kesiapan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang akan berlangsung di Pesantren Al-Fatah, Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada 20–23 Juni 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Panitia Daerah Munas-Konbes NU dari PWNU Jawa Timur, Dr HM Mustain MAg, seusai rapat koordinasi bersama panitia pusat, panitia daerah, dan panitia lokal di Ploso, Kediri, Selasa (16/6/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus NU, antara lain Prof Mohammad Nuh selaku Rais Syuriah PBNU, H Saifullah Yusuf selaku Sekretaris Jenderal PBNU, serta jajaran panitia pusat lainnya. Dari unsur PWNU Jawa Timur hadir Dr M Faqih sebagai pengarah panitia daerah, Dr HM Mustain MAg sebagai ketua panitia daerah, Dr KHM Wafiyul Ahdi sebagai sekretaris panitia daerah, beserta jajaran panitia lainnya. Sementara dari panitia lokal hadir antara lain Gus Kautsar.

Mustain menegaskan, seluruh unsur kepanitiaan terus mematangkan persiapan agar agenda strategis organisasi tersebut dapat berjalan lancar dan sukses.

“Pada prinsipnya, PWNU Jawa Timur siap mendukung penuh pelaksanaan Munas dan Konbes NU di Ploso. Persiapan yang kami lakukan bersama panitia lokal sudah dapat dikatakan hampir 100 persen. Saat ini tinggal memasuki tahap pelaksanaan, mulai pembukaan dan sidang-sidang di Ploso pada 20–21 Juni, napak tilas muassis NU di Tebuireng pada 22 Juni, hingga penutupan di Bangkalan pada 23 Juni yang insya Allah akan dihadiri Presiden,” ujar Mustain.

Munas dan Konbes NU tahun ini menjadi forum penting bagi konsolidasi organisasi menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Selain membahas berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan, forum tersebut juga diharapkan menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat tata kelola organisasi pada abad kedua NU.

Secara terpisah, Ketua PWNU Jawa Timur, KHM Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar, tertib, dan menghasilkan rumusan yang memperkuat arah gerak organisasi.

Menurut Gus Kikin, setiap keputusan yang dihasilkan dalam Munas dan Konbes harus tetap berpijak pada nilai-nilai dasar, cita-cita perjuangan, serta warisan para muassis Nahdlatul Ulama sebagaimana termaktub dalam Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.

“Dengan dukungan seluruh elemen Nahdliyin, kami optimistis Munas dan Konbes ini akan menjadi forum yang produktif, membawa kemaslahatan bagi jam’iyah, serta memperkuat langkah NU dalam menyongsong Muktamar ke-35 yang merupakan Muktamar Abad Kedua NU,” kata Gus Kikin.

Pelaksanaan Munas dan Konbes NU di Ploso diharapkan tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal organisasi, tetapi juga momentum memperteguh komitmen NU dalam menjaga tradisi, merawat persatuan, serta memperkuat kontribusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi