
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur menyiagakan sedikitnya 1.000 juru sembelih halal (juleha) untuk mendukung pelaksanaan kurban di masjid-masjid seluruh Jawa Timur pada Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah itu dilakukan melalui kegiatan upgrading, deklarasi, dan apel bersama di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Jumat (23/5/2026).
Kegiatan yang diikuti perwakilan lebih dari 200 masjid secara luring dan daring tersebut digelar untuk memperkuat kesiapan teknis sekaligus pemahaman syariah dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.
Direktur Halal Center PW DMI Jawa Timur, Hj. Siti Nur Husnul Yusmiati, mengatakan pelaksanaan kurban tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah, tetapi juga menyangkut standar keamanan pangan, kesehatan hewan, hingga kebersihan lingkungan.
“Karena itu, para juru sembelih perlu dibekali pemahaman yang benar, mulai dari prinsip halal-thayyib, tata cara penyembelihan sesuai syariat, hingga penanganan risiko di lapangan,” ujar Siti Nur Husnul di Surabaya, Senin (25/5/2026).
Dalam kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur tersebut, DPW Juru Sembelih Halal (Juleha) Jatim juga membacakan deklarasi kesiapan mengawal penyembelihan hewan kurban yang halal, aman, bersih, dan sehat.
Selain apel dan deklarasi, peserta mendapatkan pelatihan mengenai kesejahteraan hewan, teknik penyembelihan yang sesuai syariat, simulasi penanganan hewan lepas, antisipasi tali putus, hingga tata kelola distribusi dan penanganan daging kurban.
Menurut Siti Nur Husnul, penyembelihan hewan dalam perspektif syariah harus dilakukan secara hati-hati dan manusiawi. Hewan tidak boleh diperlakukan kasar, alat sembelih harus tajam, dan proses penyembelihan mesti berlangsung cepat agar hewan tidak tersiksa.
“Esensi kurban bukan hanya menghasilkan daging yang halal secara syariat, tetapi juga aman, sehat, utuh, dan higienis untuk dikonsumsi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, edukasi bagi pemuda masjid dan pengurus DMI akan terus dilakukan secara rutin setiap tahun agar kualitas pelaksanaan kurban di masjid semakin baik dan profesional.
Sementara itu, perwakilan Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Widodo, mengapresiasi inisiatif Halal Center PW DMI Jatim dalam memperkuat kesiapan penyelenggaraan kurban di daerah.
Menurut dia, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban membutuhkan persiapan matang agar berjalan tertib, aman, dan sesuai standar kesehatan masyarakat.
Adapun narasumber dari Dinas Peternakan Jawa Timur, drh. Iswahyudi dan drh. Rinna, menekankan pentingnya penerapan prinsip kesejahteraan hewan serta penanganan daging kurban yang tepat guna menjaga kualitas dan keamanan konsumsi masyarakat.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi








