
NEW TAIPEI CITY, CAKRAWARTA.com – Di tengah minimnya akses pendidikan Islam bagi komunitas muslim minoritas di Taiwan, dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menghadirkan pendekatan baru: mengenalkan tauhid kepada anak-anak lewat permainan digital interaktif.
Program Studi Teknologi Informasi UMY meluncurkan gim edukasi “Tauhid Kids” untuk siswa TK Al-Hadi TIECC di Zhonghe District, New Taipei City, Taiwan, pada Kamis (7/5/2026). Gim tersebut dikembangkan Kepala Program Studi TI UMY Nurwahyu Alamsyah bersama mahasiswanya, Defarrel, mahasiswa angkatan 2022.
Peluncuran aplikasi itu bukan sekadar agenda akademik biasa. Di negara dengan populasi muslim yang diperkirakan hanya sekitar 0,3% dari total penduduk, kehadiran media pembelajaran Islam dinilai menjadi kebutuhan penting bagi keluarga muslim untuk menjaga identitas keagamaan anak-anak mereka sejak dini.
Dalam keterangannya pada media ini, Rabu (13/5/2026), Nurwahyu mengatakan bahwa “Tauhid Kids” dirancang untuk memperkenalkan konsep dasar ketauhidan melalui pendekatan visual dan permainan yang mudah dipahami anak-anak. Selain materi tauhid, aplikasi tersebut juga memuat pengenalan konsep halal dan haram melalui berbagai tantangan interaktif.
“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan gawai dan teknologi digital. Karena itu, pendekatan edukasi agama juga harus mampu menyesuaikan dengan dunia mereka,” kata Nurwahyu.
Tim TI UMY memperkenalkan langsung permainan itu kepada para siswa di TK Al-Hadi TIECC. Anak-anak terlihat antusias mencoba sejumlah fitur, terutama permainan menggambar dan tantangan memilih kategori halal-haram.
Presiden Al-Hadi TIECC, Mohammed Abdul Azzez, mengapresiasi pengembangan gim tersebut. Menurut dia, kehadiran konten edukasi Islam yang interaktif menjadi kebutuhan mendesak bagi komunitas muslim di Taiwan yang hidup di tengah lingkungan multikultural.
Ia menilai, aplikasi itu tidak hanya membantu anak-anak memahami konsep tauhid, tetapi juga mengenalkan nilai-nilai dasar Islam secara menyenangkan dan mudah diterima.
Program ini, lanjut Nurwahyu, merupakan bagian dari skema Pengabdian kepada Masyarakat Internasional yang didanai Direktorat Riset dan Pengabdian UMY. Melalui proyek tersebut, menurutnya, UMY mencoba memperluas peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak dakwah digital lintas negara.
Peluncuran “Tauhid Kids” menandai upaya Muhammadiyah memanfaatkan teknologi sebagai medium baru pendidikan keagamaan. Di tengah tantangan diaspora muslim minoritas, dakwah tak lagi hanya hadir lewat mimbar dan ruang kelas, melainkan juga melalui layar permainan di tangan anak-anak. (*)
Editor: Abdel Rafi








