
TRENGGALEK, CAKRAWARTA.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2026 di Kabupaten Trenggalek berlangsung dengan nuansa berbeda. Alih-alih diwarnai aksi turun ke jalan, momentum ini justru diubah menjadi gerakan penghijauan melalui penanaman ratusan pohon di Lapangan Dusun Kedungdowo, Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, Jumat (1/5/2026).
Transformasi cara merayakan Mayday ini mencerminkan pendekatan baru yang lebih konstruktif. Isu ketenagakerjaan tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan hak-hak buruh, tetapi juga dikaitkan dengan tanggung jawab bersama menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Kegiatan tersebut menegaskan kuatnya sinergi lintas sektor. Unsur TNI-Polri melalui Koramil 0806-05/Kampak dan Polsek Kampak, bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek, terlibat langsung dalam gerakan penghijauan yang menyatukan kepentingan sosial dan ekologis.
Danramil 0806-05/Kampak, Kapten Cba Zaenal Arifin, mengatakan penanaman pohon menjadi simbol harapan akan masa depan yang lebih baik. “Ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin Mayday menjadi momentum aksi nyata yang memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak 808 bibit pohon ditanam secara serentak. Penanaman tidak hanya dilakukan di lokasi kegiatan, tetapi juga di area perusahaan yang tersebar di sejumlah titik di Trenggalek. Langkah ini diharapkan memperluas dampak penghijauan sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga alam.
Keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam gerakan ini. Selain sebagai bentuk tanggung jawab sosial, partisipasi tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran sektor industri terhadap pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan di tengah aktivitas produksi.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Masyarakat sekitar turut ambil bagian dalam proses penanaman, menciptakan suasana kebersamaan antara aparat, pemerintah, pelaku usaha, dan warga. Semangat gotong royong pun terasa kuat di lokasi kegiatan.
Melalui Mayday 2026, Trenggalek tidak hanya merayakan solidaritas buruh, tetapi juga menegaskan komitmen kolektif untuk merawat bumi. Sebanyak 808 pohon yang ditanam menjadi simbol harapan, bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menjadi fondasi bagi lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan di masa mendatang.(*)
Kontributor: Arwang
Editor: Abdel Rafi








