TMMD Sragen Tak Sekadar Bangun Jalan, 500 Pohon Buah Ditanam untuk Menjaga Masa Depan Desa

Ketika Satgas TMMD Kodim 0725/Sragen bersama warga Dukuh Sidikan, Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, menanam pohon sebagai bentuk menjaga lingkungan dan masa depan desa, Kamis (14/5/2026). (foto: Agus Kemplu)

SRAGEN, CAKRAWARTA.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kerap identik dengan pembangunan jalan, talud, atau fasilitas fisik lainnya. Namun, di Dukuh Sidikan, Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Kamis (14/5/2026), pengabdian itu mengambil bentuk lain: menanam harapan lewat 500 bibit pohon buah.

Di bawah terik matahari, anggota Satgas TMMD Kodim 0725/Sragen bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Karangmalang tampak memanggul bibit, menggali lubang, lalu menanamnya di sejumlah titik desa. Seragam loreng yang dipenuhi tanah menjadi penanda bahwa pembangunan desa tidak selalu dimulai dari beton dan aspal, tetapi juga dari upaya merawat ruang hidup warga.

Suasana penanaman berlangsung hangat. Candaan ringan sesekali terdengar di sela pekerjaan. Warga ikut menyaksikan, sebagian membantu menyiram tanaman yang baru ditanam. Aktivitas sederhana itu menghadirkan pesan penting: pembangunan desa semestinya tidak berhenti pada proyek fisik, melainkan juga memikirkan keberlanjutan lingkungan.

Di tengah ancaman berkurangnya ruang hijau dan meningkatnya kerusakan lingkungan di berbagai daerah, langkah penghijauan yang dilakukan Satgas TMMD menjadi pengingat bahwa desa membutuhkan pembangunan yang berpihak pada masa depan. Pohon-pohon buah yang ditanam bukan hanya diharapkan memberi keteduhan, tetapi juga nilai ekonomi bagi warga dalam beberapa tahun mendatang.

Bagi masyarakat Dukuh Sidikan, perhatian terhadap lingkungan itu menghadirkan rasa tersendiri. Mereka merasa pembangunan yang hadir kali ini tidak sekadar menyentuh infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan jangka panjang desa.

“Kami sangat senang melihat bapak-bapak TNI begitu peduli dengan lingkungan desa kami. Tidak hanya membangun jalan, tetapi juga memikirkan masa depan desa dengan menanam pohon buah. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yuli, warga setempat.

Program penghijauan tersebut sekaligus memperlihatkan wajah lain TMMD: membangun relasi sosial dan kesadaran kolektif warga tentang pentingnya menjaga alam. Dari tanah yang dicangkul bersama dan bibit yang ditanam bergotong royong, tumbuh pesan bahwa pembangunan sejati bukan hanya soal apa yang berdiri hari ini, tetapi juga tentang apa yang bisa diwariskan untuk generasi mendatang.(*)

Kontributor: Agus Kemplu

Editor: Abdel Rafi