Tuesday, March 24, 2026
spot_img
HomePolitikaIndonesia di Board of Peace, Tetap Non Blok dan Aktif Menjaga Perdamaian...

Indonesia di Board of Peace, Tetap Non Blok dan Aktif Menjaga Perdamaian Dunia

 

Abdullah Rasyid. (foto: Ahmad Toha A)

JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) dipandang sebagai penegasan kembali politik luar negeri bebas-aktif yang berakar pada semangat Gerakan Non Blok (GNB). Di tengah meningkatnya rivalitas global dan fragmentasi geopolitik, langkah ini dinilai bukan sekadar simbol, melainkan strategi untuk memperkuat peran Indonesia sebagai penjaga perdamaian dunia.

Sejak Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung, Indonesia telah menempatkan diri sebagai pelopor diplomasi yang tidak berpihak pada kekuatan besar, namun aktif mendorong kerja sama dan stabilitas global. Semangat Dasa Sila Bandung itu terus menjadi pijakan dalam menghadapi dinamika dunia yang kian multipolar.

Dalam praktiknya, kontribusi Indonesia di panggung internasional terbilang konsisten. Indonesia terlibat aktif dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), berperan dalam berbagai forum multilateral, serta kerap menjadi jembatan dialog bagi negara-negara yang berkonflik.

Komitmen tersebut juga tercermin dalam sikap Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Dukungan ini sejalan dengan amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia.

Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki peluang untuk memperkuat peran tersebut melalui pendekatan diplomasi yang lebih adaptif dan progresif. Dalam kerangka BOP, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi penggagas, tetapi juga motor penggerak dalam membangun dialog global yang inklusif dan berkelanjutan.

Tokoh nasional Abdullah Rasyid menilai keikutsertaan Indonesia dalam BOP sebagai langkah strategis untuk menegaskan posisi Indonesia di tingkat global.

“Ini adalah penegasan jati diri Indonesia sebagai bangsa non-blok yang tidak tunduk pada tekanan kekuatan besar, namun aktif memperjuangkan perdamaian dunia,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Menurut dia, konsistensi Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina juga menjadi bagian tak terpisahkan dari komitmen tersebut, sekaligus mencerminkan nilai kemanusiaan universal yang dipegang teguh.

Di tengah konfigurasi kekuatan global yang terus berubah, mulai dari rivalitas klasik seperti NATO dan Pakta Warsawa hingga dinamika geopolitik baru, kehadiran Indonesia sebagai kekuatan non-blok yang aktif dinilai semakin relevan.

Keikutsertaan Indonesia dalam BOP, pada akhirnya, menegaskan bahwa politik luar negeri bebas-aktif tidak berhenti sebagai prinsip normatif. Sikap itu terus dihidupkan dalam praktik diplomasi, dengan tidak memihak pada kekuatan mana pun, namun berpihak tegas pada perdamaian, kemerdekaan bangsa-bangsa, serta keadilan global.(*)

Kontributor: Ahmad Toha A

Editor: Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular