Tuesday, March 3, 2026
spot_img
HomeSosial BudayaKemanusiaanAlim Markus Salurkan 1.500 Paket Sembako ke PWNU Jatim, LAZISNU Santuni 40...

Alim Markus Salurkan 1.500 Paket Sembako ke PWNU Jatim, LAZISNU Santuni 40 Yatim di Awal Ramadhan

Penyaluran bantuan sosial dari Alim Markus melalui PWNU Jatim di Kantor PWNU Jatim Surabaya, Kamis (27/2/2026). (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Semangat berbagi di awal Ramadhan 1447 Hijriah terasa kental di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Surabaya. Sebanyak 1.500 paket sembako disalurkan Yayasan Bhakti Persatuan bersama Paguyuban Masyarakat/Pengusaha Tionghoa Surabaya yang dipimpin pengusaha Alim Markus kepada PWNU Jatim, Kamis (27/2/2026) lalu.

Beberapa hari berselang, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZISNU) PWNU Jatim juga menyantuni 40 anak yatim dalam kegiatan “Ngaji Kentong Ramadhan 1447 H”, Senin (2/3/2026).

Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz mengatakan bantuan sembako tersebut merupakan agenda rutin tahunan komunitas Tionghoa Surabaya.

“Bantuan ini rutin dilakukan setiap tahun, termasuk kepada PWNU Jatim. Kami menyampaikan terima kasih dan akan menyalurkannya melalui PCNU se-Jawa Timur agar tepat sasaran,” ujar Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Kiai Kikin, di Surabaya, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, sinergi lintas komunitas semacam ini menjadi bukti bahwa solidaritas sosial melampaui sekat latar belakang etnis maupun agama. Terlebih pada bulan Ramadhan, momentum berbagi menjadi semakin bermakna.

Selain menyalurkan bantuan dari komunitas Tionghoa, PWNU Jatim melalui juga mengawali rangkaian distribusi bantuan kemanusiaan Ramadhan dengan menyantuni 40 anak yatim.

Wakil Ketua LAZISNU PWNU Jatim, Chirur Roziqin, menegaskan pentingnya memperluas makna berbagi, tidak berhenti pada kewajiban zakat.

“Zakat itu minimal 2,5 persen. Setelah itu ada ruang sedekah yang justru membuka pintu keberkahan lebih luas, apalagi di bulan Ramadhan,” ujarnya.

Momen penyaluran santunan kepada anak yatim oleh LAZISNU Jatim pada acara Ngaji Kentongan di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Senin (2/3/2026). (foto: LAZISNU Jatim untuk Cakrawarta)

Ia menilai semangat ritual keagamaan perlu diimbangi dengan kepedulian sosial. Berbagi, kata dia, tidak harus menunggu kaya atau menunggu bencana.

“Kalau ahli cukur, misalnya, bisa menggratiskan satu-dua orang selama Ramadhan. Solidaritas sosial itu sederhana, tetapi dampaknya besar,” katanya.

Sekretaris LAZISNU PWNU Jatim, Moch Rofi’i Boenawi, menambahkan Ramadhan dijadikan sebagai titik awal (miqat) penguatan distribusi bantuan kemanusiaan. Menurut dia, NU tidak hanya berperan sebagai jam’iyah diniyah (organisasi keagamaan), tetapi juga jam’iyah ijtimaiyah (organisasi kemasyarakatan).

Karena itu, LAZISNU dibentuk untuk memperkuat khidmat sosial kepada masyarakat. Pada 2024, LAZISNU Jatim meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari akuntan independen sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan dana umat.

Sepanjang 2024, LAZISNU Jatim menghimpun donasi Rp15 miliar. Dana tersebut disalurkan kepada lebih dari 8.000 penerima manfaat. Pada 2026, lembaga ini memfokuskan bantuan bagi penyintas bencana alam di Aceh Tamiang senilai Rp6,8 miliar, setelah sebelumnya terlibat dalam penanganan erupsi Semeru dan gempa di Tegal.

Secara strategis, LAZISNU mengusung lima program prioritas: peduli pendidikan, peduli kesehatan, peduli pangan, peduli lingkungan, dan peduli dakwah lintas wilayah maupun negara.

Di tengah dinamika sosial dan ekonomi, rangkaian kegiatan itu menjadi penegasan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah personal, melainkan juga momentum memperkuat jembatan kepedulian dan persaudaraan lintas komunitas.(*)

Kontributor: Cak Edy 

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular