
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Peran dokter hewan dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat dinilai belum sepenuhnya terakomodasi dalam arus utama kebijakan publik. Padahal, profesi ini berada di garda depan pengawasan kesehatan hewan, keamanan produk pangan asal hewan, hingga pengendalian penyakit zoonosis.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Dr. drh. Muhammad Munawaroh, MM. Alumnus Program Doktor Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga itu kini memasuki periode kedua sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) 2022-2026, setelah sebelumnya memimpin pada 2018-2022.
Menurut Munawaroh, selama ini keterlibatan dokter hewan dalam penyusunan regulasi strategis masih terbatas, meski mereka bersentuhan langsung dengan isu kesehatan hewan dan keamanan pangan.
“Saya merasa dokter hewan belum banyak dilibatkan dalam penyusunan regulasi. Padahal kami beririsan langsung dengan kesehatan hewan dan keamanan pangan. Karena itu, organisasi profesi harus diperkuat agar dapat memberi kontribusi lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Membenahi Fondasi Organisasi
Perjalanan Munawaroh di PDHI dimulai dari tingkat cabang. Ia pernah memimpin PDHI Jawa Barat V yang meliputi Bekasi dan Karawang. Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia dipercaya memimpin organisasi di tingkat nasional.
Pada periode pertamanya, ia dihadapkan pada tantangan tata kelola internal. Munawaroh menilai, penguatan posisi profesi di ruang kebijakan harus diawali dengan pembenahan organisasi dari dalam.
Ia mendorong penerapan sistem keuangan berbasis aplikasi dan digitalisasi administrasi keanggotaan guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Pendekatan itu selaras dengan latar belakangnya sebagai Magister Manajemen Keuangan.
“Ketika organisasi dikelola dengan sistem yang jelas dan terbuka, anggota akan merasa memiliki. Dari situ kepercayaan tumbuh dan organisasi bisa bergerak lebih kuat,” katanya.
Pembenahan tersebut berdampak pada meningkatnya soliditas internal dan pertumbuhan jumlah anggota dalam beberapa tahun terakhir. Kepercayaan itu pula yang mengantarkannya kembali terpilih untuk memimpin PDHI pada periode kedua.
Memasuki periode 2022-2026, Munawaroh menekankan pentingnya regenerasi dan pelibatan dokter hewan muda dalam organisasi. Ia ingin PDHI menjadi ruang pengembangan kapasitas, advokasi, sekaligus penguatan posisi strategis profesi.
Baginya, tantangan ke depan tidak ringan. Isu ketahanan pangan, perubahan iklim, serta ancaman penyakit zoonosis membutuhkan pendekatan lintas sektor yang kuat, dan di sinilah dokter hewan memiliki peran krusial.
Di tengah tanggung jawab organisasi, Munawaroh juga menuntaskan pendidikan doktor di Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR pada 2021 dan meraih predikat lulusan terbaik. Ia menilai pendidikan dan kepemimpinan harus berjalan beriringan.
“Semakin luas wawasan kita, semakin besar kontribusi yang bisa diberikan. Dokter hewan harus percaya diri mengambil peran dalam kebijakan publik, bukan hanya bekerja di balik layar,” tuturnya.
Melalui dua periode kepemimpinan, Munawaroh berharap dokter hewan tidak lagi dipandang sebatas profesi teknis, melainkan bagian integral dalam perumusan kebijakan nasional, terutama yang menyangkut kesehatan hewan, keamanan pangan, dan perlindungan kesehatan masyarakat.(*)
Kontributor: Khefti
Editor: Abdel Rafi



