Hangatkan Ramadhan Penyintas Banjir, LAZISNU Jatim Siapkan 40.000 Porsi Sahur dan Buka di Aceh Tamiang

Aktifis dan relawan NU Care-LAZISNU Jatim menelusuri jalanan bekas banjir dan longsor di Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan menu berbuka kepada warga Aceh Tamiang, Rabu (25/2/2026). (foto: LAZISNU Jatim untuk Cakrawarta)

ACEH TAMIANG, CAKRAWARTA.com – Di tengah upaya bangkit dari luka pascabanjir bandang, ribuan warga Kabupaten Aceh Tamiang kini menjalani Ramadhan dengan sedikit kelegaan. NU Care-LAZISNU Jawa Timur menghadirkan dapur umum yang menyiapkan 40.000 porsi makanan sahur dan berbuka puasa bagi para penyintas bencana.

Program dapur umum Ramadhan itu tersebar di empat titik, yakni Desa Kota Lintang Bawah, Desa Banai, Desa Menanggini, serta satu lokasi di wilayah Kabupaten Aceh Timur. Dari dapur-dapur sederhana itu, setiap hari terhidang makanan hangat bagi warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan mereka.

Manajer Program NU Care-LAZISNU Jawa Timur, M Risal Syarifuddin, mengatakan, dapur umum tersebut memasak sekitar 1.600 porsi makanan setiap hari, masing-masing 400 porsi di setiap titik.

“Dapur umum ini kami operasikan selama 25 hari di bulan Ramadhan. Secara keseluruhan, ada 40.000 porsi sahur dan berbuka yang kami siapkan untuk warga,” ujar Risal di Aceh Tamiang, Kamis (26/2/2026).

Menurut dia, sebelum dapur umum beroperasi, tim telah mendistribusikan berbagai kebutuhan logistik, mulai dari bahan pangan hingga peralatan memasak. Bantuan tersebut mencakup beras, mi instan, minyak goreng, bumbu dapur, serta perlengkapan seperti kompor, blender, dan rice cooker.

Keberadaan dapur umum ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan di tengah masa pemulihan.

Selain dapur umum, LAZISNU Jawa Timur bersama jaringan LAZISNU di berbagai daerah juga menyalurkan bantuan lain, seperti pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, Al Quran, serta distribusi air bersih bagi warga terdampak.

Bantuan jangka panjang juga mulai dirintis, antara lain melalui program beasiswa pendidikan, pembangunan fasilitas sanitasi, mushala, serta balai pengajian untuk mendukung kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.

“Program ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi warga yang terdampak bencana, terutama di bulan Ramadhan,” kata Risal.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025. Bencana tersebut melanda 12 kecamatan dan merusak sekitar 58.000 bangunan, memaksa ribuan warga menjalani masa pemulihan yang panjang.

Di tengah keterbatasan itu, kehadiran dapur umum Ramadhan menjadi lebih dari sekadar penyedia makanan. Ia menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian tetap hidup, bahkan di saat-saat paling sulit.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *