
BANDUNG, CAKRAWARTA.com – Lingkung Seni Wayang Golek (LSWG) Putra Giriharja 3 mendapat apresiasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Barat atas konsistensinya mengembangkan pagelaran wayang golek berbasis akulturasi etnis, tanpa meninggalkan nilai etika dan identitas lokal.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam sebuah pagelaran wayang golek di Bandung, Sabtu (3/1/2026) malam, yang dihadiri Kepala Disbudpar Jawa Barat Iendra Sofyan, para seniman, serta komunitas pecinta wayang golek dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Pimpinan LSWG Putra Giriharja 3, Ki Dalang H. Dadan Sunandar Sunarya, mengatakan bahwa inovasi dalam seni tradisi harus tetap berpijak pada nilai moral dan keindahan. “Kreasi boleh berkembang, tetapi azas moral, estetika, dan kebenaran tidak boleh ditinggalkan,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (4/1/2026).
Pagelaran yang mengusung lakon “Kumbakarna Gugur” itu dipadati penonton dari berbagai wilayah, seperti Karawang, Subang, Cikarang, hingga Bekasi. Sejumlah seniman populer, antara lain Sule dan Anton Abok, turut memeriahkan acara, yang sekaligus menjadi ruang dialog lintas komunitas budaya.

Sejumlah penonton mengaku datang secara berkelompok sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian wayang golek. Uje Gemoy dan Robby, penonton asal Karawang, mengatakan rombongan mereka datang dengan lima kendaraan dari berbagai komunitas pencinta wayang. “Kami bangga dengan capaian Putra Giriharja 3,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan pengunjung terhadap fasilitas Gedung YPK yang digunakan sebagai lokasi pertunjukan. Datuk, penonton asal Cikarang, menilai pengelolaan gedung yang tertata rapi dan ramah turut mendukung kenyamanan penonton. “Kami datang sejak sore dan dipersilakan masuk meski pertunjukan malam hari,” katanya.
Sementara itu, komunitas Baraya Ngampar Jawa Barat yang dipimpin Saprol dari Subang menyebut pagelaran tersebut menjadi ajang silaturahmi lintas daerah bagi para pecinta seni tradisi. “Antusiasmenya besar. Jika tidak dibatasi, peserta bisa lebih banyak,” ujarnya.
Pihak penyelenggara berharap apresiasi ini menjadi dorongan bagi para seniman wayang golek untuk terus mengolah tradisi secara kreatif sekaligus bertanggung jawab. “Alhamdulillah acara berjalan lancar. Dukungan penonton menjadi energi utama kami,” kata Endik, salah satu pengelola Putra Giriharja 3. (*)
Kontributor: Andy D
Editor: Abdel Rafi



