
BANDUNG BARAT, CAKRAWARTA.com – Pembekalan dan pendidikan menjadi tahapan krusial dalam perjalanan karier perwira TNI Angkatan Darat, terutama bagi mereka yang dipersiapkan mengemban jabatan strategis sebagai Komandan Korem (Danrem) dan Komandan Kodim (Dandim). Proses ini tidak sekadar formalitas, melainkan fondasi kepemimpinan dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.
Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Letnan Jenderal TNI Mochamad Syafei Kasno menegaskan hal itu saat memimpin upacara pembukaan Pembekalan Danrem Tipe A dan B serta Pendidikan Dandim Tipe A dan B Tahun Anggaran 2026 di Aula Graha Manunggal Pusdikter Pusterad, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (24/2/2026).
Syafei menekankan, calon Danrem dan Dandim merupakan garda terdepan dalam sistem pertahanan teritorial. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi komando, tetapi juga berperan sebagai penghubung utama antara pimpinan TNI AD dan dinamika wilayah.
“Sebagai calon Danrem dan Dandim, Anda adalah mata dan telinga pimpinan di lapangan. Tugas Anda mendeteksi secara dini setiap potensi ancaman dan gangguan terhadap stabilitas wilayah,” ujar Syafei.
Ia menambahkan, tanggung jawab tersebut menuntut kesiapan kepemimpinan, ketajaman analisis, serta kemampuan berkomunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Karena itu, pembekalan dan pendidikan dirancang untuk memperkuat kompetensi strategis, operasional, dan sosial para perwira.
Menurut Syafei, keberhasilan seorang Danrem atau Dandim tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.
“Keberhasilan Anda dalam menjalankan tugas akan berdampak langsung pada keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh dan manfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya wawasan serta pengalaman,” katanya.
Para peserta akan menerima berbagai materi yang disusun secara komprehensif dan relevan dengan tantangan tugas di lapangan, mulai dari pembinaan teritorial, kepemimpinan, hingga strategi komunikasi sosial. Seluruh materi tersebut dirancang untuk membentuk fondasi kepemimpinan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa.
Syafei menegaskan, pendidikan ini merupakan investasi strategis bagi TNI AD dalam menyiapkan pemimpin satuan kewilayahan yang berintegritas dan dicintai masyarakat.
“Saya berharap, melalui pembekalan ini, Anda akan menjadi pemimpin yang profesional, berintegritas, dicintai rakyat, serta mampu membawa perubahan positif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tugas,” ujarnya.
Pembekalan dan pendidikan tersebut menjadi bagian penting dari upaya TNI AD memperkuat sistem pertahanan teritorial, sekaligus memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga di tengah dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang.(*)
Kontributor: Mansyur
Editor: Abdel Rafi



