Thursday, January 8, 2026
spot_img
HomePolitikaNasionalNapak Tilas Isyaroh Pendirian NU 2026, PCNU Surabaya Teguhkan Ingatan Sejarah

Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU 2026, PCNU Surabaya Teguhkan Ingatan Sejarah

Ketua PCNU Kota Surabaya, H. Ir. Masduki Toha dan jajaran saat menyambut rombongan Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU 2026 di Surabaya, Minggu (4/1/2026).

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU Surabaya) terlibat aktif dalam pelaksanaan Napak Tilas Isyaroh Pendirian Nahdlatul Ulama 2026, sebuah perjalanan spiritual dan historis yang menelusuri jejak para pendiri NU dari Bangkalan hingga Jombang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu abad Nahdlatul Ulama dalam kalender Masehi (1926-2026). Melalui napak tilas tersebut, warga Nahdliyin diajak merawat ingatan sejarah, meneguhkan sanad keilmuan, serta merefleksikan nilai keikhlasan, khidmah, dan komitmen kebangsaan yang diwariskan para ulama pendiri NU.

Rangkaian kegiatan dimulai Sabtu (3/1/2026) malam, dengan kedatangan peserta di Bangkalan. Lalu hari ini, Minggu (4/1/2026), kegiatan diawali dengan tawajjuh dan shalat Subuh berjamaah, dilanjutkan prosesi pelepasan di Pondok Pesantren Syaichona Mohammad Cholil.

Momen KHR Ach Azaim Ibrahimy menerima tongkat dan tasbih simbol isyarat restu pendirian NU di Bangkalan, Minggu (4/1/2026).

Dalam prosesi tersebut, KH Fachruddin menyerahkan tongkat dan tasbih kepada KHR Ach Azaim Ibrahimy sebagai simbol isyarat restu pendirian NU.

Rombongan kemudian berjalan kaki menuju Pelabuhan Kamal, menyeberang ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan melaksanakan ziarah serta tahlil di Kompleks Makam Sunan Ampel.

Di Surabaya, peserta singgah di Kantor PCNU Surabaya, yang secara historis dikenal sebagai kantor lama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Persinggahan ini menjadi ruang refleksi, mengingat dari tempat tersebut pada masa awal berdirinya NU, berbagai keputusan penting dan arah gerak dakwah organisasi dirumuskan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan napak tilas tersebut. Kehadirannya menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian sejarah, nilai keulamaan, serta peran NU dalam menjaga harmoni sosial dan keutuhan bangsa.

Ketua PCNU Surabaya H. Ir. Masduki Toha mengatakan, Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU memiliki arti penting bagi keberlanjutan perjuangan jam’iyyah.

“Napak tilas ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan ruhani dan ideologis. Dari Bangkalan, Surabaya, hingga Tebuireng, kita diingatkan bahwa NU lahir dari adab, restu ulama, dan pengorbanan besar,” ujarnya.

Menurut Masduki, persinggahan di kantor lama PBNU menjadi pengingat bagi generasi NU lintas zaman tentang nilai dasar organisasi.

“Dari tempat inilah NU dibangun dengan kesederhanaan, keikhlasan, dan kerja organisasi yang penuh pengabdian. Generasi hari ini berkewajiban melanjutkan khidmah tersebut dengan tetap berpegang pada Ahlussunnah wal Jamaah dan komitmen kebangsaan,” kata dia.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ikut memberikan dukungan dengan hadir di Gedung HBNO Bubutan Surabaya, Minggu (4/1/2026).

Dari Surabaya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gubeng untuk bertolak ke Jombang menggunakan kereta api. Setibanya di Jombang, peserta kembali berjalan kaki menuju Pondok Pesantren Tebuireng.

Puncak kegiatan berlangsung di Asta Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Prosesi ditandai dengan penyerahan tongkat dan tasbih dari KHR Ach Azaim Ibrahimy kepada KH Fahmy Amrullah, dilanjutkan tahlil dan doa bersama.

PCNU Surabaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai panitia nasional dan lokal Bangkalan-Surabaya-Jombang, Banser, relawan, aparat keamanan, hingga warga Nahdliyin. Berkat dukungan bersama, rangkaian napak tilas berlangsung tertib, aman, dan khidmat.(*)

Kontributor: Tommy

Editor: Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular