Sunday, February 22, 2026
spot_img
HomeSosial BudayaDi Balik Dapur Sederhana TMMD Wonogiri, Kebersamaan Prajurit dan Warga Terajut Menjelang...

Di Balik Dapur Sederhana TMMD Wonogiri, Kebersamaan Prajurit dan Warga Terajut Menjelang Berbuka

Suasana kebersamaan prajurit TNI dari Satgas TMMD Kodim 0728/Wonogiri dengan ibu-ibu menyiapkan menu berbuka di dapur bersama TMMD di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri, Sabtu (21/2/2026) sore. (foto: Agus Kemplu)

WONOGIRI, CAKRAWARTA.com – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana dapur sederhana di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri, tampak sibuk. Asap tipis mengepul dari wajan, aroma masakan memenuhi ruangan, sementara tangan-tangan cekatan menyiapkan hidangan untuk para prajurit yang bertugas dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0728/Wonogiri.

Di dapur itu, Babinsa Desa Kembang, Sertu Tri Samekta, tidak hanya hadir sebagai aparat teritorial. Ia turut membantu dua warga, Parmi (39) dan Darsini (52), menyiapkan menu berbuka. Ia menggoreng ikan, meracik bumbu, hingga merapikan peralatan masak bersama warga.

Kebersamaan itu menghadirkan suasana hangat. Bagi Parmi dan Darsini, kehadiran Babinsa bukan sekadar membantu pekerjaan dapur, tetapi juga menghadirkan kedekatan emosional yang jarang mereka rasakan sebelumnya.

“Kami senang bisa ikut menyiapkan makanan untuk bapak-bapak TNI yang sedang bekerja membangun desa kami,” ujar Parmi, Sabtu (21/2/2026).

Menu yang disiapkan sederhana, seperti ikan goreng dan aneka lauk rumahan. Namun, hidangan itu memiliki makna lebih dari sekadar makanan. Setiap proses memasak menjadi ruang kebersamaan, tempat warga dan prajurit saling berbagi cerita dan pengalaman.

Program TMMD di Desa Kembang tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antara TNI dan masyarakat. Interaksi yang terjalin dalam keseharian, termasuk di dapur sederhana, menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan dan kebersamaan.

Bagi para prajurit, hidangan berbuka bukan hanya pelepas lapar setelah seharian bekerja. Lebih dari itu, makanan tersebut menjadi simbol kepedulian dan dukungan warga terhadap tugas yang mereka jalankan.

Di balik dapur sederhana itu, kebersamaan tumbuh tanpa sekat. Gotong royong tidak hanya terlihat di lokasi pembangunan jalan, tetapi juga hadir dalam momen-momen kecil yang mempererat hubungan antara prajurit dan masyarakat.(*)

Kontributor: Agus Kemplu

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular