
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PW LP Ma’arif NU) Jawa Timur bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menggelar Pelatihan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah Batch 1 pada 21-25 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis memperkuat kepemimpinan madrasah agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era perubahan.
Pelatihan yang berlangsung di Aula KH Hasyim Asy’ari, Gedung PWNU Jawa Timur, Surabaya, diikuti 40 kepala madrasah dari berbagai daerah, antara lain Gresik, Probolinggo, Bojonegoro, Trenggalek, Jombang, Lamongan, dan Kabupaten Blitar. Selama lima hari, peserta mengikuti pembelajaran intensif dengan total 53 jam pelajaran yang menitikberatkan pada penguatan kepemimpinan, manajerial, ideologis, serta transformasi digital madrasah.
Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Ketua Bidang Diklat dan Penjaminan Mutu LP Ma’arif PWNU Jawa Timur, Prof Dr Hj Evi Fatimatur Rusydiyah, MAg, mengatakan, pelatihan ini merupakan wujud komitmen LP Ma’arif NU Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan madrasah secara berkelanjutan.
“Kepala madrasah memegang peran strategis sebagai penggerak utama transformasi mutu pendidikan. Karena itu, penguatan kompetensi kepemimpinan, manajerial, ideologis, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Evi Sabtu malam.
Ia menambahkan, pelatihan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat jejaring, menyamakan persepsi, dan membangun komitmen bersama dalam mengembangkan madrasah unggul berbasis nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Dr H Muchammad Toha, MSi, menekankan bahwa kepala madrasah memiliki peran kunci dalam keberhasilan reformasi pendidikan keagamaan. Menurut dia, kepala madrasah tidak hanya berfungsi sebagai administrator, tetapi juga pemimpin pembelajaran yang mampu mendorong inovasi dan membangun budaya mutu.
“Kepala madrasah harus menjadi motor penggerak perubahan, memperkuat tata kelola, sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan berkualitas,” kata Toha.
Ia juga menegaskan komitmen BDK Surabaya untuk terus bersinergi dengan LP Ma’arif NU Jawa Timur dalam menghadirkan pelatihan yang berdampak nyata. Peserta yang menyelesaikan pelatihan akan memperoleh sertifikat resmi sebagai pengakuan atas penguatan kompetensi profesional mereka.
Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, Prof H Masdar Hilmy, SAg, MA, PhD, yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya peran kepala madrasah sebagai pemimpin perubahan. Ia mengatakan, kepala madrasah harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai ke-NU-an.
“Penguatan kompetensi kepala madrasah tidak hanya menyangkut aspek manajerial, tetapi juga integritas moral, visi peradaban, serta kemampuan membangun ekosistem pendidikan yang unggul dan berdaya saing global,” ujar Masdar.
Menurut dia, transformasi madrasah harus bertumpu pada inovasi, kolaborasi, dan penguatan karakter agar mampu menjadi lembaga pendidikan yang adaptif sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai Aswaja.
Materi Kepemimpinan dan Transformasi Digital
Pelatihan ini menghadirkan materi strategis yang relevan dengan tantangan pengelolaan madrasah saat ini. Peserta dibekali pemahaman tentang model kompetensi kepala madrasah, penguatan kurikulum, serta pengembangan ekosistem belajar yang efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang implementasi kurikulum berbasis pembelajaran mendalam (deep learning), penguatan identitas Aswaja dalam praktik pendidikan, serta literasi digital untuk mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Berbagai praktik baik pengelolaan madrasah turut dibagikan sebagai referensi, termasuk strategi penguatan jejaring kelembagaan dan pengembangan citra madrasah agar semakin unggul dan kompetitif.
Pelatihan ini akan ditutup pada 25 Februari 2026 mendatang dengan post-test dan penyusunan rencana tindak lanjut sebagai bentuk komitmen implementasi di madrasah masing-masing. Peserta didorong menerjemahkan hasil pelatihan ke dalam langkah konkret untuk meningkatkan mutu pengelolaan pendidikan.
PW LP Ma’arif NU Jawa Timur juga akan melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala guna memastikan implementasi berjalan efektif dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, LP Ma’arif NU Jawa Timur menegaskan komitmennya memperkuat kepemimpinan madrasah yang adaptif, inovatif, dan berorientasi mutu. Upaya ini menjadi bagian dari visi penguatan energi dan sinergi kelembagaan untuk mendorong madrasah Ma’arif tampil sebagai institusi pendidikan unggulan di tingkat daerah maupun nasional.(*)
Kontributor: Alto
Editor: Abdel Rafi



