Wednesday, February 18, 2026
spot_img
HomePendidikanMahasiswa Lima Negara Kunjungi Masjid Al-Akbar, Belajar Spiritualitas dan Identitas Indonesia

Mahasiswa Lima Negara Kunjungi Masjid Al-Akbar, Belajar Spiritualitas dan Identitas Indonesia

Sebanyak 39 mahasiswa asing dari 5 negara saat mengunjungi Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (18/2/2026). (foto: BPP MAS untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Sebanyak 39 mahasiswa asing dari lima negara mengunjungi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Rabu (18/2/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan nilai spiritualitas dan identitas kebangsaan Indonesia kepada mahasiswa internasional yang tengah mengikuti program pertukaran pelajar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Para mahasiswa tersebut berasal dari Malaysia, Prancis, Jerman, India, dan Belanda. Mereka baru tiba di Surabaya dalam satu hingga dua pekan terakhir untuk mengikuti program pertukaran selama satu semester di berbagai program studi ITS.

Mahasiswi asal India, Vanshika, mengaku terkesan dengan kemegahan arsitektur masjid sekaligus suasana spiritual yang dirasakannya selama kunjungan.

“Arsitektur masjid ini besar, indah, dan terawat dengan baik. Saya merasakan energi positif karena spiritualitasnya sangat terasa,” ujar Vanshika.

Supervisor Kantor Hubungan Internasional ITS, Azki, mengatakan kunjungan ke Masjid Al-Akbar merupakan bagian dari kegiatan pengenalan Kota Surabaya melalui program city tour bagi mahasiswa internasional.

“Program pertukaran ini merupakan kerja sama ITS dengan berbagai universitas di luar negeri dan rutin dilaksanakan setiap semester. Melalui city tour, kami ingin memperkenalkan lingkungan sosial, budaya, dan nilai-nilai lokal kepada mahasiswa internasional,” kata Azki.

Kedatangan para mahasiswa tersebut disambut Kepala Urusan Wisata Religi Masjid Al-Akbar Surabaya, Anas Choiri, bersama tim pengelola. Ia menyampaikan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol nilai keislaman dan kebangsaan Indonesia.

Menurut Anas, arsitektur Masjid Al-Akbar sarat dengan makna filosofis. Lima kubah besar melambangkan Rukun Islam sekaligus mencerminkan lima sila Pancasila, sedangkan enam kubah kecil melambangkan Rukun Iman.

“Nilai kebangsaan juga tercermin dari mihrab setinggi 17 meter, ornamen bintang bersudut delapan, dan 45 pintu masjid, yang melambangkan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945,” ujar Anas.

Selain ruang utama, para mahasiswa juga diajak melihat kawasan taman dan fasilitas masjid, termasuk menara setinggi 99 meter yang menjadi salah satu titik untuk menikmati panorama Kota Surabaya.

Masjid Al-Akbar yang dibangun pada 1995 dan diresmikan pada 2000 merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia. Selain berfungsi sebagai pusat ibadah, masjid ini juga menjadi ruang pendidikan dan wisata religi yang terbuka bagi masyarakat, termasuk pengunjung internasional.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mahasiswa asing tentang Indonesia, tidak hanya sebagai negara dengan kemajuan pendidikan, tetapi juga sebagai bangsa yang memiliki kekayaan nilai spiritual, budaya, dan identitas kebangsaan yang kuat.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular