Wednesday, February 11, 2026
spot_img
HomePendidikanMelalui Program SPAB, SMAN 1 Dawarblandong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Melalui Program SPAB, SMAN 1 Dawarblandong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Siswa dan siswi SMAN 1 Dawarblandong mengikuti giat SPAB di halaman sekolah, Selasa (10/2/2026). (foto: Rizki D)

MOJOKERTO, CAKRAWARTA.com – SMAN 1 Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, menggelar kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).Kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di lingkungan sekolah. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa, 9-10 Februari 2026 di Aula SMAN 1 Dawarblandong dan lapangan sekolah.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Mojokerto, dan Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur warga sekolah yang terdiri dari siswa-siswi, guru, dan tenaga kependidikan.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur Sumardi, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Timur Deni Kiki Tamara Meila, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Parmanto, serta perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Mojokerto, dan jajaran perangkat sekolah.

Dari unsur sekolah, kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Wirawan serta Ketua Komite Sekolah Abas Asmara.

Anggota DPRD Jawa Timur dari Komisi A Sumardi mengatakan,
melalui pelaksanaan Program SPAB ini, SMAN 1 Dawarblandong diharapkan mampu menjadi satuan pendidikan yang aman, tangguh, dan siap siaga bencana. “Serta menumbuhkan budaya sadar keselamatan bagi seluruh warga sekolah secara berkelanjutan,” katanya.

Sumardi juga menegaskan pentingnya peran sekolah dalam pengurangan risiko bencana sejak dini.

Dalam kegiatan ini, SRPB Jawa Timur menurunkan tiga fasilitator SPAB, yakni Dian Harmuningsih, Doddy Prakasa Fitrianto, dan Wahid Zeinuddin.

Selain penyampaian materi edukasi kebencanaan, kegiatan ini juga ditandai dengan penyerahan simbolis rambu keselamatan bencana, berupa papan titik kumpul dan jalur evakuasi sebagai bagian dari penguatan sarana kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan simulasi evakuasi gempa bumi dari lantai dua gedung sekolah yang diikuti oleh siswa-siswi kelas X dan kelas IX. Para peserta diarahkan untuk mempraktikkan prosedur penyelamatan diri, penggunaan jalur evakuasi, hingga berkumpul di titik kumpul yang telah ditentukan. Kegiatan juga dilanjutkan dengan simulasi pemadaman api ringan. Kegiatan ini guna memberikan pemahaman dasar kepada peserta didik tentang penanganan awal kebakaran di lingkungan sekolah.(*)

Kontributor: Rizki D

Editor: Abdel Rafi

Previous article
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular