Warkop Baba Hadir di Dekat UMJ, Tawarkan Kuliner Betawi dan Karaoke Gratis

Pengunjung Warkop Baba didominasi anak-anak muda dan mahasiswa nampak terus meramaikan tempat makan berkonsep kafe-resto di Jalan Poncol Indah, dekat UMJ Tangerang Selatan ini seperti nampak pada Senin (22/6/2026). (foto: Arif Budi P)

TANGERANG SELATAN, CAKRAWARTA.com – Kawasan sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Cirendeu, kini memiliki pilihan baru untuk makan, berdiskusi, hingga melepas penat. Warkop Baba, kafe-resto berkonsep modern di Jalan Poncol Indah, menawarkan menu kuliner nusantara, terutama khas Betawi, dengan harga yang menyasar mahasiswa dan penghuni kos.

Baru beroperasi sejak 8 Juni 2026, Warkop Baba mulai menarik perhatian mahasiswa, warga sekitar, serta pekerja yang melintas di kawasan Cirendeu. Selain makanan dan minuman, tempat ini menyediakan ruang berpendingin udara serta fasilitas karaoke tanpa biaya tambahan bagi pengunjung.

Pemilik Warkop Baba, Irfan, mengatakan, tempat tersebut dibangun untuk menjawab kebutuhan ruang berkumpul yang nyaman, tetapi tetap terjangkau.

“Kami ingin menghadirkan tempat makan dan nongkrong yang nyaman dengan harga anak kampus dan anak kos. Meski baru buka, respons masyarakat cukup baik,” kata Irfan, Senin (22/6/2026).

Warkop Baba mengusung slogan “Ngopi, Ngemil, Makan Dijamin Mumer”. Konsep itu diterjemahkan melalui pilihan menu makanan berat, camilan, dan minuman yang disusun untuk menjangkau beragam kebutuhan pengunjung, dari makan siang hingga pertemuan informal pada malam hari.

Sejumlah menu andalan yang ditawarkan antara lain Soto Betawi, Soto Ayam, Pecak Ikan, Pecak Ayam, Pecel Ayam, Pecel Ikan, Nasi Goreng Baba, Mi Goreng Baba, Mi Rebus Baba, dan Bakso Goreng.

Untuk camilan, pengunjung dapat memilih antara lain dimsum mentai, cireng keju, cireng mercon, serta aneka gorengan. Adapun salah satu minuman yang banyak diminati adalah Warba Aren, racikan kopi dan gula aren yang menyasar selera kalangan mahasiswa.

Irfan mengatakan, harga menjadi salah satu pertimbangan utama dalam merancang menu. Ia menyebut minuman kopi gula aren di Warkop Baba dibanderol sekitar Rp 17.000, lebih rendah dibandingkan sejumlah kafe lain yang menjual minuman serupa pada kisaran Rp 25.000 hingga Rp 30.000.

“Bagi kami, kualitas rasa tetap penting, tetapi pelanggan juga harus merasa harga yang mereka keluarkan masuk akal,” ujarnya.

Pengunjung mahasiswa nampak dari atas dan berada di sisi outdoor Warkop Baba Tangerang Selatan, Senin (22/6/2026). (foto: Arif Budi P)

Daya tarik lain Warkop Baba terletak pada fasilitasnya. Bangunan tiga lantai itu seluruhnya dilengkapi pendingin udara. Lantai pertama digunakan untuk area makan dan ngopi, sementara fasilitas karaoke tersedia di lantai pertama dan kedua.

Pengunjung tidak dikenai biaya khusus untuk menggunakan karaoke. Mereka cukup memesan makanan atau minuman.

“Di tempat lain, karaoke biasanya ada tarifnya. Di sini gratis. Yang penting pengunjung tetap menikmati menu yang kami sediakan,” kata Irfan.

Untuk menjaga kenyamanan bersama, area dalam ruangan diberlakukan sebagai kawasan bebas rokok. Pengunjung yang merokok diarahkan menggunakan area khusus di bagian depan bangunan.

Lokasinya yang berdekatan dengan UMJ membuat Warkop Baba cepat dikenal sebagai tempat alternatif bagi mahasiswa untuk mengerjakan tugas, berdiskusi, atau sekadar berkumpul. Sejumlah warga dan pekerja di sekitar Cirendeu juga mulai memanfaatkan tempat itu untuk rapat kecil dan pertemuan informal.

Melihat respons pengunjung dalam beberapa pekan pertama, manajemen Warkop Baba berencana membuka cabang di kawasan Jagakarsa dalam tiga hingga empat bulan mendatang.

“Kami sedang menyiapkan rencana pembukaan cabang di Jagakarsa. Harapannya, kami bisa menjangkau lebih banyak pelanggan dan tetap menjaga kualitas pelayanan,” ujar Irfan.

Dengan perpaduan menu khas Betawi, suasana kafe modern, ruang berpendingin udara, serta karaoke gratis, Warkop Baba berupaya mengambil ruang di tengah tumbuhnya kebutuhan tempat makan dan berkumpul yang terjangkau di kawasan Tangerang Selatan.(*)

Kontributor: Arif Budi P

Editor: Abdel Rafi