Warga Perbatasan Sambas Serahkan Senjata Rakitan kepada Satgas Yonarmed 19

Momen penyerahan satu pucuk senjata rakitan dari seorang warga perbatasan kepada Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu (26/8/2026). (foto: Yonarmed 19/Bogani untuk Cakrawarta)

SAMBAS, CAKRAWARTA.com – Seorang warga di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia menyerahkan secara sukarela satu pucuk senjata rakitan kepada personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu (26/8/2026).

Senjata rakitan jenis Bowman tersebut diserahkan warga berinisial JN (49) kepada personel Pos Sei Tengah di Dusun Asuansang, Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar. Penyerahan dilakukan setelah personel Satgas memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai risiko dan konsekuensi hukum kepemilikan senjata ilegal.

Danpos Sei Tengah Serka Hamdan Husni mengatakan penyerahan tersebut berlangsung secara sukarela setelah personel melakukan komunikasi sosial dengan masyarakat di wilayah perbatasan.

Menurut dia, kegiatan komunikasi sosial tidak hanya ditujukan untuk mempererat hubungan antara personel Satgas dan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan edukasi mengenai keamanan di kawasan perbatasan.

“Penyerahan senjata secara sukarela ini menunjukkan adanya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan,” ujar Hamdan melalui keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).

Senjata tersebut diterima Hamdan bersama dua personel Pos Sei Tengah pada Rabu sekitar pukul 20.22 WIB.

Sebelum penyerahan, personel Satgas memberikan penjelasan mengenai larangan kepemilikan senjata ilegal, potensi bahaya penyalahgunaannya, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.

Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani selanjutnya mengimbau masyarakat yang masih menyimpan senjata rakitan atau barang ilegal lainnya untuk segera melaporkannya kepada personel Satgas atau aparat terkait.

Komandan Satgas melalui personel Pos Sei Tengah juga akan melanjutkan kegiatan komunikasi sosial dan pembinaan teritorial di kawasan perbatasan. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Penyerahan senjata secara sukarela itu menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan kawasan perbatasan dengan melibatkan masyarakat. Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani menyatakan pendekatan teritorial, deteksi dini, dan kerja sama dengan warga akan terus diperkuat selama masa penugasan.(*)

Kontributor: Jhonni

Editor: Abdel Rafi