Berita Terpercaya Tajam Terkini

Wakil Ketua Komisi XI: Kebijakan Impor Menggerus Devisa Kita

0

 

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI bidang keuangan dan perbankan, Achmad Hafisz Tohir.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI bidang keuangan dan perbankan, Achmad Hafisz Tohir.

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi XI, Achmad Hafisz Tohir menilai jika pemerintah membiarkan terus kebijakan impor terhadap kebutuhan pokok dilakukan dinilai akan menginspirasi para pedagang besar dalam negeri untuk berlomba-lomba melakukan impor sebanyak-banyaknya. Alasannya, bukan karena harga impor lebih murah atau kualitas lebih bagus, tapi memang sudah wataknya pedagang (broker) lebih menyukai sesuatu yang instan karena pilihan tersebut jelas menguntungkan mereka.

“Karena mereka para pedagang tersebut tak akan pernah mau investasi di pertanian karena banyak aturan dan njelimet urusannya,” ujar Achmad Hafisz Tohir kepada redaksi cakrawarta.com, Selasa (19/7/2016) siang.

Menurut Hafisz, ini kegagalan janji Pemerintah untuk menghentikan impor. Ia menilai nasionalisme bangsa telah digadaikan. Nasionalisme itu sambung Hafisz, harus ditegakkan oleh negara, bukan oleh mekanisme pasar (kapitalisme) seperti yang terjadi saat ini.

“Maka sudah seharusnya negara berpihak kepada petani (ladang-ladang) di tanah air sendiri untuk memperkuat swasembada pangan,” tegas penggemar olahraga boxing dan maraton tersebut.

Hafisz yang berasal dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) ini menambahkan bahwa kini hampir semua kebutuhan makanan pokok diimpor seperti beras, gula, cabai, bawang, kedelai, terigu, garam, buah-buahan bahkan susu dan daging.

“Padahal makanan tersebut dikonsumsi setiap hari oleh rakyat Indonesia. Hal ini yang menggerus devisa kita,” pungkas Hafisz yang membidangi keuangan dan perbankan di Komisi XI ini.

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.