Sunday, July 14, 2024
spot_img
HomeBerita AllTragedi Mudik 2016 Dinilai Jadi Noda Hitam Kepemimpinan Badrodin Haiti

Tragedi Mudik 2016 Dinilai Jadi Noda Hitam Kepemimpinan Badrodin Haiti

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane.

JAKARTA – Ketua Presidium IPW (Indonesia Police Watch), Neta S. Pane menyatakan bahwa tragedi Mudik 2016 menjadi catatan hitam bagi Jenderal Badroddin Haiti menjelang lengser sebagai Kapolri. Menurutnya, “jalur neraka” yang terjadi di Brebes menunjukkan betapa buruknya rekayasa lalu lintas yang dilakukan jajaran Polda Jateng maupun Korlantas Polri.

“Di era Kapolri Yaitu hal ini sudah dua kali. Saat Natal 2015 kemarin dan momen mudik kali ini. Saat Natal 2015, ketidakbecusan dalam merekayasa lalu lintas ini terjadi saat Korlantas Polri dipimpin Irjen Condro Kirono. Lalu, di mudik Lebaran “jalur neraka” Brebes terjadi saat Kapolda Jawa Tengah (Jateng) dipimpin Irjen Condro Kirono,” ujar Neta S. Pane pada redaksi cakrawarta.com, Kamis (7/7/2016).

Untuk diketahui, dua hari setelah kemacetan parah di libur Natal 2015, Dirjen Perhubungan Sarah (Hubdar) Djoko Sasono mengundurkan diri, karena malu dan merasa bertanggung jawab. “Lalu, siapakah yang akan mundur dengan kemacetan parah di mudik Lebaran 2016 ini, apakah Kakorlantas Polri atau Kapolda Jateng? Kita tunggu saja,” imbuh Pane.

Dalam catatan IPW, kemacetan lalu lintas di mudik Lebaran 2016 kali ini paling parah dan melelahkan dibandingkan musim mudik sebelumnya. Alasannya, kali ini para pemudik kehabisan bensin di tol, kelaparan tidak ada penjual makanan, kebelet tidak ada toilet, terjebak kemacetan lebih dari 25 jam di jalur yang sama. Bahkan jarak tempuh dari Cirebon ke Ungaran Semarang mencapai 35 jam.

“Pintu Tol Brebes Timur jadi “pusat neraka” bagi pemudik kali ini,” lanjutnya.

Pane justru heran karena saat terjadi liburan Natal 2015, Korlantas Polri yang saat ini Kapolda Jateng tersebut menyatakan kemacetan parah terjadi akibat belum berfungsinya tol Brebes.

Anehnya, saat ini saat Tol Brebes telah berfungsi justru kemacetan semakin parah. Karenanya kejadian ini bagi IPW merupakan bukti bahwa Korlantas Polri maupun Polda tidak mampu melakukan rekayasa lalu lintas mudik dengan maksimal. Dampaknya terjadi stagnasi pergerakan arus kendaraan bermotor hingga 25 jam.

“Kasus ini menjadi catatan hitam bagi karir Kapolri Jenderal Badrodin Haiti,” tegasnya.

Karenanya, IPW berharap kapolri baru Komjen Tito Karnavian harus melakukan evaluasi dan mencermati tragedi kali ini agar kemacetan parah di jalur tersebut bisa diminimalisir dengan rekayasa lalu lintas yang dirancang Korlantas maupun Polda Jateng, sehingga kasus yang sama tidak terulang.

(bm/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular