Wednesday, February 21, 2024
HomePendidikanSummer School ITB tentang Nanosains Menarik Minat Peserta dari Asia dan Eropa

Summer School ITB tentang Nanosains Menarik Minat Peserta dari Asia dan Eropa

 

Prof. Dr. Datuk Hamiliton berfoto bersama peserta Summer School 2017
Prof. Dr. Datuk Hamiliton (kelima dari kiri) dari NanoMite Universiti Teknologi Malaya berfoto bersama peserta Summer School 2017 seusai mengisi materi tentang Recent Trend in Nanotechnology. 

BANDUNG – Dalam upaya memperkenalkan tentang apa itu nano sains antar disiplin ilmu, Pusat Penelitian Nanosains dan Teknologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Jawa Barat menyelenggarakan Summer Scool Nanosciences: Fundamental and Applications Emphasizing in Nanomedicine selama 2 pekan lamanya.

Menariknya, program ini tak hanya berfokus pada penerapan nanosains dalam nanomaterial tetapi beberapa topik terkait juga akan dibahas. Dijelaskan bahwa Summer School ini tidak hanya berisi kursus kelas dan kunjungan ke berbagai titik terkait topik bahasan melainkan tentang budaya dan tradisi dari seluruh peserta yang ada.

Untuk diketahui, acara Summer School ini ternyata menarik minat peserta tidak hanya dari Indonesia sendiri melainkan beberapa negara dari lingkup Asia dan Eropa juga turut ambil bagian. Tercatat ada 29 peserta yang resmi mengikuti program ini yakni 13 orang dari Indonesia, 8 peserta berasal dari Malaysia, 2 dari Singapura, 1 perwakilan dari Osaka University Jepang, 1 dari India, 1 orang dari Belanda, 1 peserta berkebangsaan Filipina dan 1 orang berkebangsaan Rusia.

Peserta yang mengikuti kegiatan Summer School ini terdiri dari mahasiswa undegraduate, program master dan doktoral, dosen dan peneliti dari berbagai latar belakang disiplin ilmu bervariasi.

Program ini sendiri berlangsung sejak 24 Juli 2017 dan akan berakhir pada 4 Agustus 2017 mendatang. Menurut Laura Navika Yamani salah seorang peserta dari Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga (LPT Unair) setidaknya ada 6 kegiatan selama program ini berlangsung yaitu kuliah kelas dengan pembicara dari dalam dan luar negeri, kunjungan laboratorium terkait nanosains di ITB, presentasi dari peserta program terkait topik formal dan informal, kunjungan ke perusahaan terkait nanoteknologi dan tur wisata kota Bandung.

“Intinya program ini menambah ilmu kita tentang perspektif fundamental dan aplikasi terkait nanosains terutama di bidang kesehatan dan kedokteran. Selain itu tentu bisa saling mengenal budaya dan tradisi dari peserta yang berasal dari luar negeri. Sangat bermanfaat,” ujar peneliti yang menyelesaikan program doktornya di Kobe University ini.

Menurut Laura sendiri, dengan mengikuti Summer School dirinya bisa menambah ilmu dan relasi di bidang riset dan teknologi. Apalagi dirinya bekerja sebagai peneliti di LPT Unair yang menargetkan bisa masuk 500 besar dunia (world class university) pada 2019 mendatang.

“Di sini saya misalnya bisa bertemu dan berkenalan dengan Prof. Dr. Datuk Halimaton dari NanoMITe Universiti Teknologi Malaysia. Ia seorang chemist perempuan yang concern di bidang nanotechnology yang digunakan sebagai katalis zeolit yang diaplikasikan dalam banyak bidang terutama biomass untuk biofuel. Kami memiliki banyak kemiripan,” ujarnya dengan penuh semangat.

Summer School ITB ini sendiri menghadirkan pembicara kunci seperti Prof. Hermawan Kresno Dipojono dari ITB, Prof. Dr. Giorgia Pastorin dari National University of Singapore (NUS), Prof. Dr. Wilson Dino dari Osaka Universiy Jepang dan Prof. Dr. Datuk Halimaton dari Universiti Teknologi Malaysia.

(lny/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular