Berita Terpercaya Tajam Terkini

Sudah 6 Bulan Perang, Pakar: Rusia Tak Menyangka Ukraina Sekuat Sekarang!

0
Pakar Hubungan Internasional Unair Radityo Dharmaputra
Pakar Hubungan Internasional Unair Radityo Dharmaputra. Ia menilai Ukraina justru mampu membuktikan makin berani dan kuat setelah berhasil memukur mundur pasukan Rusia. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Pakar Hubungan Internasional sekaligus pengamat kawasan Eropa Timur Radityo Dahrmaputra mengatakan bahwa setelah berperang dengan Rusia hampir enam bulan, Ukraina sedang di atas angin. Hal tersebut terlihat dari hasil dimana Ukraina berhasil memukul mundur pasukan Rusia ditambah Presiden Rusia Vladimir Putin tidak bisa memobilisasi warga sipil untuk berperang.

“Putin sampai detik ini tidak mau memobilisasi massa dalam jumlah banyak. Tidak mau mengakui kalau ini perang. Masyarakat Rusia sampai saat ini hanya mengetahui bahwa yang terjadi di Ukraina adalah “operasi spesial” dan bukan perang,” ujar Radityo dalam keterangannya yang diterima redaksi, Senin (19/9/2022).

Karena hal ini, menurut Radityo, Putin hanya bisa mengerahkan kekuatan militer. Padahal, saat ini Rusia kesulitan menambah jumlah personil dan peralatan militer.

“Rusia tidak membayangkan Ukraina bertahan seberani dan sekuat sekarang,” tukasnya.

Saat ini, lanjut Radityo, Putin sedang dilanda dilema. Ia memiliki dua pilihan, mundur menarik pasukan atau maju eskalasi konflik. “Kalau mundur, dia harus mengakui operasi spesialnya gagal. Cengkeraman politik domestik Putin berkurang,” jelas dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga tersebut.

Di sisi lain, jika Putin memutuskan untuk maju, ia harus mengatakan bahwa ini adalah perang, sedangkan masyarakat Rusia belum tentu akan mendukung langkah tersebut. “Itu akan menjadi isu yang sangat berbeda. Dukungan masyarakatnya belum tentu ada,” ujarnya.

Radityo juga menyatakan bahwa Rusia tidak memiliki opsi untuk mundur. “Sejak awal ketika memutuskan untuk perang, opsinya adalah menang.”

Setelah enam bulan berperang, Rusia juga dinilai tidak mendapatkan keuntungan signifikan. Sebaliknya, Rusia mendapatkan sanksi dari berbagai negara karena perilakunya. “Aku nggak bisa lihat mereka gaining something out of this,” jelas Radityo.

Sebaliknya, Ukraina cukup diuntungkan dengan keputusan Rusia untuk berperang. Serangan Rusia justru menjadi momentum menyatukan masyarakat Ukraina. Selain itu, popularitas Zelensky sebagai presiden Ukraina juga naik dengan adanya perang ini. “Sebelum perang, dia (Zelensky) tidak sepopuler itu.”

Karena perang itu pula, niat Ukraina untuk merapat dengan Uni Eropa dan NATO menguat. “Sulit membayangkan Ukraina akan kembali menjadi Ukraina yang dulu.”

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.