Thursday, February 22, 2024
HomeHukumSoal Kasus Penggelapan Kendaraan Bermotor, Pangdam V/Brawijaya: Kami Akan Tegas dan Transparan...

Soal Kasus Penggelapan Kendaraan Bermotor, Pangdam V/Brawijaya: Kami Akan Tegas dan Transparan Kawal Kasus Ini!

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay saat memberikan arahan para prajurit dan PNS di lingkungan Kodam V/Brawijaya, Surabaya. (foto: pendam v/brw)

SURABAYA – Pada Kamis (4/1/2024) sekira pukul 15.00 WIB, personel gabungan Pomdam V/Brawijaya dan Reskrim Polda Metro Jaya menggeledah Gudbalkir Pusziad Buduran, Sidoarjo.

Terkait hal tersebut, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay memerintahkan Danpomdam V/Brawijaya untuk memproses dan mendalami terus keterlibatan oknum prajurit TNI AD yang diduga terlibat penggelapan kendaraan bermotor (ranmor).

“Hingga saat ini ada tiga oknum prajurit dari Puziad dan Puspalad yang saat ini diperiksa di Pomdam V/Brawijaya, yaitu Kopda AS, Praka J, (Puspalad) dan Mayor BP (Pusziad). Ketiga oknum tersebut bukan anggota organik Kodam V/Brawijaya. Namun karena lokasi kejadian di wilayah Kodam V/Brawijaya, sehingga penanganan dugaan penggelapan ini ditangani oleh Pomdam V/Brawijaya,” Kata Kapendam V/Brawijaya Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani, Minggu (7/1/2024).

Pomdam V/Brawijaya, lanjut Kolonel Rendra, masih memproses dan mendalami keterlibatan oknum prajurit TNI AD dalam kasus penggelapan kendaraan bermotor tersebut.

“Pemeriksaan terhadap ketiga oknum prajurit tersebut dilakukan secara intensif oleh Pomdam V/Brawijaya,” tegas Kolonel Rendra.

Sebelumnya, Pomdam V/Brawijaya bersama Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus dugaan penggelapan kendaraan bermotor yang melibatkan oknum prajurit TNI AD. Dalam kasus tersebut, petugas gabungan mengamankan 49 unit mobil dan 215 unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan curanmor.

Meskipun baru menjabat, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay menegaskan bahwa dirinya berani terang-terangan membongkar kasus ini.

“Karena kejadian tersebut harus diungkap secara tegas dan transparan agar segera ada penanganan hukum yang jelas. Senada dengan perintah KASAD bahwa TNI AD berkomitmen untuk menegakkan hukum yang adil dan transparan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Pomdam V/Brawijaya terus mendalami keterlibatan oknum TNI AD tersebut dan terus mengawal kasusnya hingga pada tahap persidangan oleh Pengadilan Militer Surabaya.

(arh/rafel)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular