REKAN Indonesia Dampingi Pasien BPJS, Kamar Rawat Inap Akhirnya Tersedia

Partini, warga Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, akhirnya mendapatkan kamar inap setelah mendapatkan penanganan di IGD RS Hermina Karanganyar, Minggu (2/8/2026). (foto: REKAN Indonesia untuk Cakrawarta)

KARANGANYAR, CAKRAWARTA.com – Seorang peserta BPJS Kesehatan yang sempat menunggu kepastian memperoleh kamar rawat inap di RS Hermina Karanganyar akhirnya mendapatkan ruang perawatan setelah menjalani penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Minggu (2/8/2026). Proses tersebut turut didampingi oleh Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia yang melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit.

Pasien bernama Parmi, warga Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, sebelumnya datang ke IGD sekitar pukul 10.00 WIB setelah mengalami sakit kepala hebat disertai keluhan vertigo. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tim medis merekomendasikan pasien menjalani perawatan inap.

Namun, hingga beberapa jam setelah mendapatkan penanganan di IGD, pasien masih menunggu karena kamar rawat inap belum tersedia.

Menerima laporan dari keluarga pasien, REKAN Indonesia kemudian berkoordinasi dengan manajemen rumah sakit untuk memastikan pasien memperoleh pelayanan lanjutan sesuai kebutuhan medisnya.

Ketua Bidang Advokasi REKAN Indonesia Provinsi Banten, Raden Adison, mengatakan pendampingan dilakukan untuk membantu kelancaran komunikasi antara keluarga pasien dan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Begitu menerima laporan dari keluarga pasien, kami langsung berkomunikasi dengan pihak rumah sakit. Tujuan kami bukan mencari kesalahan siapa pun, melainkan memastikan pasien memperoleh pelayanan kesehatan sesuai haknya,” ujar Adison, Senin (3/8/2026).

Ia menegaskan pasien telah mendapatkan penanganan medis sejak pertama kali tiba di IGD. Menurut dia, pendampingan yang dilakukan REKAN Indonesia lebih difokuskan pada koordinasi agar proses pelayanan berjalan lebih efektif.

“Alhamdulillah, pasien akhirnya telah mendapatkan kamar rawat inap. Kami mengapresiasi tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit yang merespons koordinasi dengan baik sehingga pasien dapat melanjutkan perawatan,” katanya.

Berdasarkan informasi terbaru yang diterima REKAN Indonesia, Parmi kini telah resmi menjalani perawatan di ruang rawat inap. Kepastian tersebut juga diperoleh melalui koordinasi antara tim pendamping dengan Dinas Kesehatan setempat.

Adison menambahkan, REKAN Indonesia akan terus menjalankan fungsi pendampingan bagi masyarakat yang menghadapi kendala dalam mengakses layanan kesehatan melalui pendekatan kolaboratif dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Semangat kami adalah membantu masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak terkait,” ujarnya.

REKAN Indonesia juga mengimbau masyarakat yang mengalami hambatan dalam memperoleh layanan kesehatan agar tidak ragu mencari pendampingan sehingga persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang konstruktif.(*)

Editor: Abdel Rafi