Friday, May 24, 2024
HomePolitikaPosisinya Dinilai Krusial, Pengamat: Tidak Ada Yang Berani Serang Islam Jelang Pemilu...

Posisinya Dinilai Krusial, Pengamat: Tidak Ada Yang Berani Serang Islam Jelang Pemilu 2024!

Ilustrasi. (foto: istimewa)

JAKARTA – Sabtu (4/11/2023), pengamat politik Ziyad Falahi mengatakan bahwa sudah dua periode diskursus antara nasionalisme dan Islam tidak mampu dituntaskan rezim Jokowi. Namun dalam tahun politik menjelang Pemilu 2024 struktur kontestasi telah terbentuk.

“Tanpa harus menyebut satu persatu siapa yang Nasionalis dan siapa yang Islamis, berita ketokohan Gibran menyedot media massa dan “mencekik” Goenawan Mohammad hingga ‘merengek’,” ujar Ziyad Falahi pada media ini.

Padahal, lanjut Ziyad, jelas politik kontemporer masih disibukkan oleh pertentangan yang dianggap rezim ini sudah diatasi padahal belum. Menurutnya, media massa dengan gegap gempita menyoroti langkah PDIP yang merangkul Mahfud MD sehingga Gibran ‘terlempar’.

Pengamat politik, Ziyad Falahi. (foto: cakrawarta)

“Masyarakat juga tahu media juga menyoroti bagaimana suasana persaudaraan antara Islam Lokal dan Islam arab yang direpresentasikan AMIN,” imbuh Ziyad.

Artinya, lanjut alumnus Unair dan UI itu, jelas bahwa Islam semakin krusial dalam perpolitikan menjelang 2024.

“Jokowi dan koalisinya yang berubah-ubah tidak lagi berani meremehkan Politik Identitas yang menguat di kubu Amin. Apalagi para jenderal kini takut dalam mengkritik Islam justru memilih Prabowo bersama orang yang dulu rajin mengkritik pelanggar HAM,” pungkasnya.

(bm/bus)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular