Berita Terpercaya Tajam Terkini

Polemik Siapa Ketua MPR, PDIP: Kami Fokus Menyiapkan Agenda Strategis MPR Lima Tahun Ke Depan

Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah dari fraksi PDIP saat ditemui media di Jakarta, pada hari ini, Senin (22/7/2019).

 

JAKARTA – Fraksi PDIP menyambut baik banyaknya parpol yang berminat untuk menjadi Ketua MPR termasuk dari partai Gerindra, hal itu membuktikan lembaga majelis permusyaratan bangsa Indonesia itu semakin dirasakan penting keberadaannya oleh parpol yang punya kursi di MPR.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua MPR dari PDIP, Ahmad Basarah di Jakarta, Senin (22/7/2019) menjawab pertanyaan media tentang banyaknya parpol yang mengincar kursi Ketua MPR.

“Kami masih dalam posisi menunggu titik temu di antara pimpinan parpol dan kelompok DPD RI untuk menyepakati komposisi Pimpinan MPR. Kami berharap pada akhirnya pemilihan Pimpinan MPR dapat diputuskan dengan cara musyawarah-mufakat dan bukan dengan cara voting,” terang Basarah.

Lebih lanjut Ahmad Basarah mengatakan, Fraksi PDIP sendiri sebenarnya juga berhak untuk mencalonkan kadernya menjadi calon Ketua MPR karena memang tidak ada satupun ketentuan perundang-undangan yang membatasi sebuah parpol untuk dapat menjadi Ketua DPR dan sekaligus menjadi Ketua MPR.

Namun, secara etika politik menurut Ahmad Basarah, partainya dalam posisi menghormati keinginan beberapa parpol yang ingin menempatkan kadernya sebagai Ketua MPR.

Menurutnya, bagi PDIP yang terpenting adalah agenda kelembagaan yang akan diperjuangkan dengan jabatan Ketua MPR tersebut.

“Jadi, kami lebih fokus pada kepentingan menyiapkan agenda strategis lembaga MPR, seperti antara lain, mendorong dilaksanakannya amandemen terbatas UUD NRI 1945 untuk menghadirkan kembali wewenang MPR dalam menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) agar arah dan perjalanan bangsa ke depan dapat disiapkan secara terencana, terukur dan sesuai dengan cita-cita negara Pancasila,” paparnya.

Berikutnya, menurut Ahmad Basarah, partainya juga fokus pada bagaimana memfungsikan kembali MPR sebagai lembaga tertinggi negara agar dapat menjadi pemandu lembaga-lembaga negara yang lain dalam mencapai tujuan bernegara.

Saat ini, secara fungsional kelembagaan, menurut aktivis GMNI tersebut, MPR memang satu-satunya lembaga negara yang wewenangnya tertinggi, yakni dapat mengubah UUD 1945 serta dapat memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden serta memilih dan mengangkat kembali di tengah masa jabatan.

Selain itu, ke depan MPR memiliki agenda strategis yang lain yakni menjalin kemitraan strategis dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam rangka sosialisasi dan pembinaan ideologi Pancasila untuk memantapkan kembali sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai nilai-nilai Pancasila sebagaimana maksud para Pendiri Negara mengingat kedua lembaga negara tersebut bertanggung jawab melaksanakan sosialisasi Pancasila.

“Pada intinya, dalam hal komposisi pemilihan Pimpinan MPR nanti, kami lebih fokus pada misi perjuangan agenda MPR ke depan, dan bukan semata-mata perebutan jabatan. PDIP siap mendukung calon Ketua dan para Wakil Ketua MPR yang memiliki kesamaan visi, misi dan agenda MPR selama lima tahun ke depan. Bahkan, jika ternyata agenda tersebut ditolak oleh calon-calon Ketua MPR dari parpol lain, maka tidak menutup kemungkinan demi kepentingan bangsa yang besar dan menjaga serta mengawal agenda strategis MPR ke depan, kami juga akan siap untuk menugaskan kadernya untuk menjadi Ketua MPR,” pungkas Basarah menutup keterangannya.

(jhon f. sayuti/bti).

Comments are closed.