Perindo Pacu Mesin Politik di Jatim, Verifikasi Parpol hingga Pemetaan Dapil Dikebut

Pengurus Partai Perindo se- Jawa Timur berfoto bersama saat mengikuti Workshop Bedah Dapil, Persiapan Verpol, serta TOT KTA Offline yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Jawa Timur di Fave Hotel Surabaya, Sabtu (3/10/2026). (foto: Perindo Jatim untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) mulai memperkuat mesin politiknya di Jawa Timur dengan mengonsolidasikan jajaran pengurus dari 38 kabupaten/kota. Langkah ini diarahkan tidak hanya untuk memastikan kesiapan menghadapi verifikasi partai politik, tetapi juga memperkuat basis data keanggotaan dan mematangkan target elektoral di setiap daerah pemilihan (dapil).

Konsolidasi tersebut dilakukan melalui Workshop Bedah Daerah Pemilihan (Dapil), Persiapan Verifikasi Partai Politik (Verpol), serta Training of Trainer (TOT) Kartu Tanda Anggota (KTA) Offline yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Jawa Timur di Fave Hotel Surabaya, pada Sabtu (3/10/2026).

Seluruh jajaran pengurus DPW dan pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur hadir dalam kegiatan tersebut.

Agenda ini menjadi bagian dari upaya Perindo menyatukan langkah organisasi sekaligus memastikan kesiapan struktur partai di daerah. Selain aspek administratif untuk menghadapi verifikasi partai politik, pembahasan juga diarahkan pada pemetaan dapil serta penyusunan target perolehan kursi legislatif yang berbasis data.

Dalam keterangannya pada media ini, Minggu (4/10/2026), Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur, Ahmad Zazuli, menilai keterlibatan langsung jajaran DPD menjadi faktor penting untuk memastikan kesiapan struktur partai sekaligus mengejar target politik di masing-masing daerah.

“Pelibatan pengurus DPD dari 38 kabupaten/kota ini bertujuan agar seluruh struktur daerah memiliki pemahaman yang sama. Melalui Bedah Dapil dan TOT KTA Offline, kami memastikan persiapan verifikasi parpol tuntas 100 persen dan target perolehan kursi di tiap kabupaten/kota dapat terealisasi,” ujar kader senior IPNU Jatim itu.

Konsolidasi tidak berhenti di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Dr. H. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, meminta seluruh pimpinan DPD segera membawa hasil pelatihan tersebut ke struktur organisasi di tingkat kecamatan hingga desa.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa penguatan mesin politik Perindo di Jawa Timur diarahkan hingga struktur paling bawah, terutama melalui pembenahan data keanggotaan dan pemetaan wilayah politik.

“Jawa Timur adalah lumbung suara krusial secara nasional. Kesiapan yang ditunjukkan pengurus DPW dan DPD se-Jawa Timur hari ini harus berlanjut dengan pergerakan cepat di lapangan, khususnya dalam perapian data keanggotaan dan penguasaan pemetaan dapil,” kata Ferry Kurnia Rizkiyansyah.

Salah satu instrumen yang disiapkan untuk memperkuat basis keanggotaan adalah sistem pendataan melalui KTA Offline. Melalui TOT tersebut, perwakilan pengurus DPD dari 38 kabupaten/kota mendapatkan pembekalan mengenai sistem pendataan keanggotaan berbasis aplikasi luring.

Sistem tersebut ditujukan untuk menjawab persoalan teknis di wilayah yang memiliki keterbatasan akses internet. Dengan mekanisme luring, proses registrasi anggota di daerah pelosok yang minim sinyal internet tetap dapat dilakukan dan selanjutnya mendukung kesiapan partai menghadapi tahapan verifikasi.

Bagi Perindo Jawa Timur, pembenahan data keanggotaan dan pemetaan dapil menjadi dua pekerjaan strategis yang berjalan beriringan. Data menjadi fondasi kesiapan organisasi, sementara pemetaan dapil menjadi instrumen untuk menerjemahkan kekuatan struktur partai ke dalam target politik di masing-masing wilayah.

Dengan melibatkan 38 DPD kabupaten/kota, konsolidasi tersebut sekaligus menjadi upaya mempercepat kerja mesin partai dari tingkat provinsi hingga struktur terbawah. Jawa Timur pun ditempatkan sebagai salah satu wilayah penting dalam agenda penguatan organisasi dan strategi elektoral Perindo secara nasional.(*)

Kontributor: Tommy

Editor: Abdel Rafi