Wednesday, February 25, 2026
spot_img
HomePendidikanMenyiapkan Pemimpin Perubahan, Diklat Kepala Madrasah Jawa Timur Ditutup

Menyiapkan Pemimpin Perubahan, Diklat Kepala Madrasah Jawa Timur Ditutup

Momen penutupan Diklat Peningkatan Kompetensi Kepala Madrasah Batch 1 di Surabaya, Rabu (25/2/2026). (foto: Ahmad Zaini)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Sebanyak puluhan kepala madrasah di Jawa Timur menuntaskan Diklat Peningkatan Kompetensi Kepala Madrasah Batch 1 yang dirancang untuk memperkuat kepemimpinan, inovasi, dan kesiapan menghadapi tantangan pendidikan era digital. Program ini diharapkan melahirkan kepala madrasah yang mampu menjadi motor perubahan di lingkungan pendidikan masing-masing.

Kegiatan yang berlangsung selama 53 jam pelajaran itu ditutup pada Rabu (25/3/2026) pukul 15.00 WIB di Surabaya. Diklat diselenggarakan melalui kerja sama Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PW LP Ma’arif NU) Jawa Timur dan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan kepemimpinan, tetapi juga dibekali strategi menghadapi karakter peserta didik generasi digital native. Para kepala madrasah dilatih merancang pembelajaran berbasis kultur akademik yang kuat serta membangun identitas dan keunggulan madrasah melalui program inovatif.

Selain itu, pelatihan juga menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan ke-NU-an sebagai fondasi karakter dan budaya pendidikan madrasah.

Salah satu peserta, Imroh, Kepala Madrasah Ibtidaiyah dari Blitar, mengaku pelatihan ini memberi bekal penting dalam menjalankan amanah barunya. Ia baru dilantik sebagai kepala madrasah sebulan lalu.

“Saya mendapatkan modal ide, perspektif, dan sikap dalam memimpin madrasah. Diklat ini menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri saya,” ujarnya.

Ketua Bidang Diklat dan Penjaminan Mutu PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, Prof Dr Hj Evi Fatimatur Rusydiyah, MAg, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan penguatan intelektual, tetapi juga memperkuat dimensi spiritual kepemimpinan.

Menurut dia, madrasah tidak cukup hanya menjalankan fungsi pembelajaran formal, tetapi harus menghadirkan program inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Madrasah harus memiliki program unggulan dan mampu beradaptasi dengan tantangan era digital,” kata Evi.

Sementara itu, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Masdar Hilmy, MA, PhD, menekankan peran strategis kepala madrasah sebagai agen perubahan. Kepala madrasah, menurut dia, harus mampu menjadi pengungkit transformasi kelembagaan.

“Kepala madrasah harus menjadi duta perubahan. Mereka perlu memiliki motivasi kuat dan merancang program yang berdampak nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk memastikan dampak pelatihan terhadap peningkatan kualitas madrasah.

Penutupan kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Dr H Akhmad Sruji Bahtiar, MPdI. Ia menegaskan bahwa organisasi pendidikan yang kuat harus memiliki visi yang jelas, sumber daya manusia yang kompeten, serta sistem kerja yang profesional.

“Organisasi yang sehat harus ditopang visi yang jelas, SDM yang kompeten, dan pembagian tugas yang profesional,” kata Sruji.

Program pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kepemimpinan kepala madrasah dan meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di Jawa Timur.(*)

Kontributor: Ahmad Zaini 

Editor: Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular