Monday, April 15, 2024
HomeGagasanMempertanyakan Johannes Widjanarko Sebagai Wakil Menteri ESDM

Mempertanyakan Johannes Widjanarko Sebagai Wakil Menteri ESDM

images (1)

Belakangan ini marak informasi beredar secara tertutup maupun terbuka di media tentang situasi sejak hari pertama Arcandra Tahar diangkat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru. Memang menarik informasi dan sinyalemen yang beredar tentang bagaimana alur cerita hingga pak Tahar jadi Menteri ESDM. Arcandra Tahar yang selama ini lama bermukim di Amerika Serikat dan bekerja di perusahaan asing, tiba-tiba menjadi Menteri ESDM. Banyak pihak kaget dan sibuk mencari informasi siapa Arcandra Tahar karena nama ini memang tidak dikenal publik secara umum. Yang akhirnya sinyalemen bermunculan bahwa Arcandra Tahar patut diduga punya kedekatan dengan “MRC” yang kabur entah kemana pasca merebaknya skandal “Papa Minta Saham”. Menjadi masuk akal, terlebih setelah Setya Novanto yang sekarang menjadi mitra strategis Jokowi adalah salah satu pihak yang dipermalukan atas skandal pencatutan nama presiden pada kasus tersebut.

Sejak hari pertama A. Tahar dilantik dan melakukan tugasnya sebagai Menteri ESDM, sudah ada beberapa kontroversi yang muncul. Salah satunya adalah munculnya Johannes Widjanarko mantan Wakil Kepala SKK Migas yang dipecat Menteri ESDM waktu itu karena diduga terlibat skandal suap, hadir dalam rapat pimpinan di Kementerian ESDM. Sontak ini mengagetkan dan membuat keraguan kepada A. Tahar muncul.

Johannes Widjanarko diberhentikan sebagai Wakil Kepala SKK Migas atas usulan dari Kepala SKK Migas kepada Menteri ESDM yang diteruskan kepada Komite Pengawasan yang terdiri dari Menteri ESDM sendiri, Wakil Menetri Keuangan dan Kepala BKPM. Yang bersangkutan diberhentikan sejak tanggal 8 Januari 2015. Namun demikian alasan pencopotan Widjanarko tidak pernah terungkap secara terang-benderang meski ada dugaan karena Johannes Widjanarko terlibat suap dan terlibat dalam skandal Rudi Rubiandini tahun 2013.

Rencana pengangkatan Johannes Widjarko sebagai Wakil Menteri ESDM tentu sangat tidak pantas dan sangat bertolak belakang dengan citra yang sudah dibentuk Presiden Jokowi yang telah menyatakan perang terhadap mafia migas. Aneh kalau orang yang problematik terlibat kemafiaan malah mau diangkat jadi Wakil Menteri ESDM. Presiden Jokowi harus menentang rencana ini. Presiden jangan mau didikte oleh teman-temannya. Ini bahaya. Masih banyak orang yang mampu di Republik ini, lalu kenapa harus orang yang sudah pernah dipecat dan bermasalah? Ataukah Presiden sudah tidak mampu membedakan mafia dengan yang bersih? Atau jangan-jangan Presiden sudah masuk dalam lingkaran mafia migas. Ini harus diwaspadai terkait arus come backnya mafia migas.

Jika melihat situasi seperti ini, maka sangat mungkin kekuasaan Setya Novanto dan kolaborasinya dengan mafia migas dalam skandal “Papa Minta Saham” juga akan mengobrak-abrik jajaran direksi Pertamina yang juga pernah menolak “surat katabelece” berlogo Ketua DPR yang saat itu dijabat Setya Novanto dan meminta Pertamina segera menyelesaikan urusan perusahaan yang diduga milik dari MRC. Sangat mungkin mengingat surat itu dulu ditolak karena sedang dalam proses pengawasan KPK.

Jika demikian, maka rejim ini dipastikan akan kembali memberikan ruang khusus bagi mafia migas. Rejim ini mengingkari apa yang diucapkan yaitu perang dengan mafia migas. Percuma Jokowi diawal membangun citra perang dengan mafia migas jika toh pada akhirnya malah masuk dalam jaring  mafia migas.

Sekali lagi kami meminta Presiden agar membatalkan rencana mengangkat Johannes Widjanarko sebagai Wakil Menteri ESDM. Ini bangsa apa kalau sampai mengangkat pejabat yang bermasalah?

FERDINAND HUTAHAEAN
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular