
JAKARTA, CAKRAWARTA.com – PT Nusantara Regas (NR) menerima pasokan perdana liquefied natural gas (LNG) dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Senin (19/1/2026). Pasokan tersebut ditujukan untuk memperkuat keandalan suplai gas bagi sektor kelistrikan dan industri di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional.
Proses ship-to-ship transfer LNG berlangsung pada sejak Senin (19/1/20260 hingga Rabu (21/1/2026). Sementara itu, kegiatan commissioning dan serah terima gas dilaksanakan pada hari ini, Selasa (20/1/2026). Gas hasil regasifikasi kemudian dialirkan melalui Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang sebelum disalurkan ke jaringan pipa gas.
Pada 2026, pasokan LNG ini direncanakan sebanyak tiga kargo yang bersumber dari Kilang LNG Tangguh, Papua. Melalui infrastruktur PGN, penyaluran gas dapat dilakukan dengan kapasitas maksimum hingga 100 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), dengan kemampuan operasi berkelanjutan sebesar 60 MMSCFD.
Sebagai operator terminal LNG nasional, Nusantara Regas telah menyalurkan gas hasil regasifikasi sejak 2012, terutama untuk mendukung kebutuhan sektor kelistrikan. Dalam lebih dari satu dekade, perusahaan ini berperan menjaga ketersediaan gas bumi seiring dengan pertumbuhan permintaan energi dan agenda transisi menuju energi yang lebih bersih.
Dalam keterangannya pada media ini, Selasa (20/1/2026), Direktur Operasi dan Komersial PT Nusantara Regas Mahfud Fauzi mengatakan, penerimaan LNG perdana dari PGN memperkuat peran Nusantara Regas dalam sistem energi nasional, khususnya dalam mendukung pasokan listrik dan industri.
“Sejak awal beroperasi, Nusantara Regas menjadi bagian penting dalam menjaga kontinuitas suplai LNG nasional, terutama untuk sektor kelistrikan. Penerimaan LNG perdana dari PGN ini memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan aktivitas industri,” ujar Mahfud.
Menurut Mahfud, gas hasil regasifikasi akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangkitan listrik serta kebutuhan sektor industri melalui infrastruktur gas yang terintegrasi. Penyaluran gas dilakukan melalui ORF Muara Karang dan jaringan pipa PGN untuk menjangkau pengguna akhir, termasuk sektor industri, komersial, dan rumah tangga.
Operasi LNG dan gas ini melibatkan kolaborasi sejumlah pemangku kepentingan, antara lain SKK Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pemasok LNG, PGN, Pertamina, PLN, serta Nusantara Regas sebagai pengelola terminal.
Nusantara Regas merupakan afiliasi PT Pertamina (Persero) yang didirikan bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Perusahaan ini mengoperasikan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di perairan Teluk Jakarta serta ORF Muara Karang. Fasilitas tersebut berperan penting dalam memasok gas bagi pembangkit listrik di Jakarta dan Jawa bagian barat. (*)
Kontributor: Tommy
Editor: Abdel Rafi



