Tuesday, January 20, 2026
spot_img
HomePendidikanMomen Isra Mi'raj, Gus Kautsar: Kesempurnaan Iman Terletak pada Kasih Sayang!

Momen Isra Mi’raj, Gus Kautsar: Kesempurnaan Iman Terletak pada Kasih Sayang!

Gus Kautsar saat memberikan tausiyah dalam rangka peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Islamic Center Surabaya, Senin ( (foto: DMI Jatim untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com –Ulama muda Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, KHM Abdurrahman Al-Kautsar, menegaskan bahwa iman tidak berhenti pada pengakuan keyakinan semata. Iman, menurut dia, mencapai kesempurnaan ketika diwujudkan dalam rahmah atau kasih sayang kepada sesama.

“Iman itu tidak cukup hanya diyakini, tetapi harus disempurnakan dengan kasih sayang, kepedulian, dan sikap tidak menyakiti orang lain,” ujar Gus Kautsar saat memberikan tausiyah dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Surabaya, Senin (19/1/2026) malam.

Peringatan Isra Mikraj yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut berlangsung di Masjid Raya Islamic Center, Dukuh Kupang, Surabaya. Acara itu dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, serta sejumlah tokoh ormas Islam dan lembaga keagamaan.

Dalam kesempatan itu, Gus Kautsar mengapresiasi tradisi santunan anak yatim yang selalu menyertai peringatan hari besar keagamaan di lingkungan Pemprov Jatim. Menurut dia, praktik tersebut sejalan dengan ajaran Rasulullah tentang kesempurnaan iman.

“Ini bukan soal memuji pemimpin, tetapi menegaskan bahwa menyantuni anak yatim dalam momen-momen keagamaan adalah bentuk nyata dari iman yang paripurna sebagaimana diajarkan Nabi,” ujarnya.

Ia menilai tradisi tersebut penting untuk terus dilestarikan, siapa pun pemimpin Jawa Timur ke depan. “Allah menghendaki orang beriman itu membangun kepedulian dan menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain,” kata Gus Kautsar.

Hadir dalam acara itu antara lain Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur KHM Sudjak, perwakilan PWNU Jawa Timur, PW Muhammadiyah Jawa Timur, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur.

Gus Kautsar juga mengingatkan bahwa Rasulullah menekankan keimanan yang sempurna sebagai kunci keselamatan. Pahala dari kasih sayang, kepedulian sosial, dan sikap tidak menyakiti orang lain, menurut dia, akan terus mengalir bahkan setelah seseorang wafat.

Dalam ceramahnya, ia menyinggung pula tradisi pesantren dalam menyikapi kepemimpinan. Santri, kata dia, lebih memilih mendoakan pemimpin agar diberi petunjuk ketimbang mencela atau meluapkan kemarahan.

“Kalau pemimpinnya baik, didoakan dan diapresiasi. Kalau belum baik, didoakan agar mendapat hidayah. Karena itu, tradisi pesantren lebih mengedepankan doa, bukan cemoohan,” ujarnya.

Pada bagian lain tausiyahnya, Gus Kautsar mengulas sisi Isra Mikraj yang jarang disampaikan, yakni ketika Nabi Muhammad SAW diperlihatkan kondisi neraka. Ia menuturkan bahwa dalam riwayat, Nabi menyampaikan bahwa sebagian besar penghuninya adalah perempuan, sebuah peringatan moral yang disertai solusi.

“Rasulullah tidak sekadar menyampaikan peringatan, tetapi juga jalan keluarnya, yakni memperbanyak sedekah dan istigfar serta menjaga lisan dan perbuatan agar tidak menyakiti orang lain,” katanya.

Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam mencintai dan membenci. “Jika belum mampu berbuat baik, setidaknya jangan menyakiti. Karena inti dari iman itu adalah rahmah,” ujar Gus Kautsar.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular