Tuesday, February 27, 2024
HomePolitikaKunker Ke Bogor, Sjarifuddin Hasan: Ikut Memilih Pada Pemilu 2024 Berarti Taat...

Kunker Ke Bogor, Sjarifuddin Hasan: Ikut Memilih Pada Pemilu 2024 Berarti Taat Konstitusi!

Wakil Ketua MPR Sjarifuddin Hasan saat bertemu konstituennya saat kunjungan kerjanya ke Kota Bogor, Sabtu (16/12/2023). (foto: ist)

BOGOR – Dalam kunjungan kerja di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/12/2023), Wakil Ketua MPR Sjarifuddin Hasan, mengadakan dua kali pertemuan massa dengan masyarakat.

Pertemuan pertama diadakan di Taman Kebun SBM, Desa Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sereal. Pertemuan kedua, Sosialisasi Empat Pilar MPR di Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara.

Di setiap pertemuan massa, ratusan warga terutama para ibu rumah tangga membanjiri aula yang ada.

Di dua tempat itu Sjarifuddin Hasan mengajak warga untuk menggunakan hak suara pada Pemilu 2024 yang pelaksanaannya pada 14 Februari 2024. Menurut Politisi Partai Demokrat itu, menggunakan hak suara dalam pesta demokrasi lima tahunan merupakan cara untuk mengubah nasib rakyat.

“Jadi kita harus peduli pada diri sendiri dengan ikut pemilu”, paparnya. “Dengan menggunakan hak suara, kita harap kehidupan menjadi lebih baik”, tambahnya.

Lebih lanjut pria yang juga menjadi Guru Besar Universitas Negeri Makassar itu menegaskan menggunakan hak suara dalam pemilu merupakan implementasi dari nilai-nilai Empat Pilar MPR.

“Ikut memilih berarti taat pada konstitusi”, tegasnya.

Anggota Komisi I DPR Periode 2019-2024 yang hendak maju kembali dalam Pemilu Legislatif DPR Periode 2024-2029 itu mendorong agar pemilu yang digelar bisa menciptakan perbaikan dan kesejahteraan bagi rakyat.

“Bagi kami rakyat harus sejahtera”, tegas anggota DPR dari Dapil III Jawa Barat yang meliputi Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur itu. Dirinya bertanya pada peserta sosialisasi soal harga kebutuhan bahan pokok. “Naik”, ujar mereka serentak.

Mendapat ungkapan yang demikian, Menteri Koperasi dan UMKM di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menceritakan jaman di masa itu. Dikatakan di waktu SBY berkuasa, semua harga dikontrol. Lebih diperhatikan lagi menurut pria asal Sulawesi Selatan itu adalah bagaimana pendapatan rakyat meningkat.

“Itu yang paling penting”, ujarnya. Bila pendapatan rakyat meningkat maka ketika harga – harga naik, kenaikan yang ada tidak terasa. “Sehingga masyarakat tetap bisa membeli”, tuturnya.

Saat sosialisasi, Sjarifuddin Hasan mengapresiasi pemahaman masyarakat tentang Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. “Saya kagum pada mereka”, ungkapnya. Disebut warga di sana sudah paham nilai-nilai kebangsaan sehingga hal demikian memudahkan dirinya melakukan sosialisasi.

(rils/rafel)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular