
SEOUL, CAKRAWARTA.com – Popularitas drama Korea Doctor X: Mafia in White yang dibintangi Kim Ji Won mulai menghadapi ujian serius. Setelah mencatat pencapaian rating tinggi, serial medis tersebut kini diterpa kontroversi terkait penggambaran peristiwa demokratisasi Gwangju 1980 dan adegan prosedur medis yang dinilai tidak akurat.
Dampaknya mulai terlihat pada angka penonton domestik. Berdasarkan data Nielsen Korea, episode terbaru yang tayang pada 31 Oktober 2026 mencatat rating nasional sebesar 15,6%. Angka tersebut turun dari capaian tertinggi serial ini sebesar 19,5% pada 24 Oktober lalu.
Penurunan itu terjadi setelah drama produksi SBS tersebut menuai kritik dari sejumlah penonton atas penggambaran peristiwa sejarah yang sensitif bagi masyarakat Korea Selatan.
Kontroversi terutama muncul setelah episode keenam menampilkan kisah seorang pasien yang mengalami luka tembak di kepala saat tindakan represif militer terhadap demonstrasi demokrasi di Gwangju pada Mei 1980.
Peristiwa yang dikenal sebagai Gerakan Demokratisasi Gwangju atau Gwangju Democratic Uprising tersebut merupakan salah satu babak penting dalam sejarah perjuangan demokrasi Korea Selatan.
Penggambaran peristiwa tersebut dalam drama memicu reaksi keras di ruang publik. Kritik bahkan berkembang menjadi petisi melalui platform aspirasi publik Majelis Nasional Korea Selatan yang meminta penayangan Doctor X dihentikan dan proses produksinya ditinjau.
Persoalan yang membelit Doctor X ternyata tidak hanya berkaitan dengan penggambaran sejarah.
Drama yang mengangkat kehidupan seorang ahli bedah jenius tersebut juga mendapat kritik dari sejumlah penonton, termasuk pihak yang mengaku berasal dari kalangan medis.
Beberapa adegan dinilai tidak mencerminkan prosedur dan protokol medis yang berlaku dalam praktik nyata. Salah satu yang dipersoalkan adalah penggambaran seorang dokter bedah yang mengambil keputusan secara sepihak dalam tindakan medis yang melibatkan berbagai spesialisasi.
Kritik tersebut memunculkan perdebatan mengenai batas kreativitas dalam drama medis. Di satu sisi, dramatisasi dibutuhkan untuk membangun ketegangan cerita. Namun, di sisi lain, penggambaran profesi medis tetap memiliki tanggung jawab terhadap akurasi dan pemahaman publik.
Kombinasi kontroversi sejarah dan persoalan akurasi medis inilah yang kini menjadi tantangan bagi Doctor X untuk mempertahankan kepercayaan penontonnya di Korea Selatan.
Menariknya, penurunan rating domestik tidak serta-merta menghilangkan daya tarik internasional drama yang dibintangi Kim Ji Won tersebut.
Di tengah kontroversi yang berkembang di Korea Selatan, Doctor X: Mafia in White justru masih mempertahankan posisinya sebagai salah satu serial non-Inggris paling populer di Netflix.
Berdasarkan peringkat mingguan Netflix untuk pekan keempat Oktober, drama tersebut menempati posisi kedua dalam kategori Global Top 10 Non-English TV. Pencapaian ini diraih setelah sebelumnya bertahan selama dua pekan berturut-turut di posisi pertama.
Perbedaan respons antara pasar domestik dan internasional tersebut memperlihatkan bahwa popularitas global sebuah drama tidak selalu berjalan seiring dengan penerimaan masyarakat di negara asalnya.(*)
Kontributor: Rika
Editor: Rafel








