
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Kodam V/Brawijaya mematangkan rencana pembangunan enam Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di sejumlah wilayah Jawa Timur. Pembangunan satuan baru itu dirancang untuk memperkuat postur pertahanan wilayah sekaligus mendukung tugas teritorial TNI Angkatan Darat.
Panglima Kodam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin memimpin paparan Detail Engineering Design (DED) pembangunan Yonif TP Tahap IV di Ruang SICC Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Rabu (24/6/2026).
Enam lokasi yang menjadi sasaran pembangunan berada di Kabupaten Pamekasan, Blitar, Sampang, Situbondo, Bondowoso, dan Malang.
Paparan dihadiri sejumlah pejabat utama Kodam V/Brawijaya, komandan kodim dari wilayah terkait, calon komandan Yonif TP, mitra pelaksana pembangunan, serta konsultan perencana dari Kementerian Pertahanan. Forum itu dimaksudkan untuk menyelaraskan desain, kesiapan lahan, kebutuhan infrastruktur, hingga tahapan pelaksanaan pembangunan.
Rudy Saladin menekankan, penyusunan DED tidak boleh dipandang semata sebagai proses administratif. Dokumen perencanaan itu, menurut dia, menjadi fondasi bagi pembangunan satuan yang kelak harus mampu menjawab kebutuhan operasional dan pembinaan kekuatan pertahanan di daerah.
”Paparan DED ini harus menjadi sarana untuk menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat sehingga proses pembangunan dapat berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai standar yang telah ditetapkan,” kata Rudy dalam keterangan tertulis melalui Pendam V/Brawijaya pada media ini, Kamis (25/6/2026).
Dalam forum tersebut, tim perencana memaparkan rancangan pembangunan secara bertahap, mulai dari Yonif TP di Pamekasan dan Blitar, kemudian Sampang, Situbondo, Bondowoso, hingga Malang. Pembahasan mencakup desain fasilitas utama, kebutuhan sarana pendukung, kesiapan lahan, serta kemungkinan hambatan yang dapat muncul selama proses pembangunan.
Kodam V/Brawijaya juga menempatkan paparan DED sebagai ruang evaluasi awal untuk memastikan rancangan pembangunan selaras dengan kebutuhan satuan di masa depan. Koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaksana pembangunan, dan konsultan perencana dinilai penting agar pembangunan tidak berhenti pada kesiapan fisik, melainkan juga menopang kesiapan operasional personel.
Pembangunan Yonif TP Tahap IV merupakan bagian dari strategi penguatan pertahanan wilayah. Kehadiran satuan baru di enam kabupaten itu diharapkan dapat memperluas dukungan TNI AD terhadap pembinaan teritorial serta memperkuat kesiapsiagaan pertahanan di Jawa Timur.
Kodam V/Brawijaya berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan terukur dan berkelanjutan, sehingga fasilitas yang dibangun benar-benar dapat mendukung pelaksanaan tugas satuan dalam menjaga kedaulatan negara.(*)
Kontributor: Bambang
Editor: Abdel Rafi








