Berita Terpercaya Tajam Terkini

KLB Hepatitis A Masih Terjadi, FKM Unair Terjunkan Tim Untuk Investigasi

Tim peneliti departemen Epidemiologi Unair Laura Navika Yamani, S.Si., M.Si., P.hD (paling kiri) dan Dr. Atik Choirul Hidajah, dr., M.Kes saat kunjungan ke Puskesmas Panggul, Trenggalek diterima oleh tim medis Puskesmas, Selasa (2/7/2019). Investigasi Tim FKM Unair dilakukan mulai Selasa (2/7/2019) hingga Kamis (4/7/2019).

TRENGGALEK – Sejak pertengahan Juni 2019, Kabupaten Pacitan dan beberapa daerah yang menjadi perbatasannya dilanda KLB Hepatitis A. Untuk Pacitan sendiri telah menimpa pada 1000 lebih korban.

Untuk merespon dan mencegah agar tidak semakin menyebar, tim dari Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair bersama dengan tim dari Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dan Trenggalek melakukan investigasi untuk menganalisis fenomena tersebut dan menemukan penyebab hingga terjadi KLB dalam wilayah yang luas dan jumlah penderita yang banyak.

Pada Selasa (2/7/2019) dua orang tim Unair bertemu dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek untuk mendapatkan informasi dan menginvestigasi kasus hepatitis A yang ternyata telah menyebar di area-area perbatasan dengan Kabupaten Pacitan sebagai area terdampak KLB.

Tim Unair yang terdiri dari Dr. Atik Choirul Hidajah, dr., M.Kes., dan Laura Navika Yamani, S.Si., M.Si., Ph.D difasilitasi pihak Dinkes Trenggalek berkunjung ke Puskesmas Dongko, Pandean, dan Panggul. Beberapa kasus menunjukkan hubungan antar tiga Puskesmas tersebut. Data pada praktik pribadi petugas kesehatan menunjukkan bahwa terdapat beberapa penderita yang berasal dari Kabupaten Ponorogo yang berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Panggul memiliki gejala klinis Hepatitis A. Ini berarti haris mulai diwaspadai kemungkinan potensi KLB di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Menurut Dr. Atik Choirul Hidajah, selaku Ketua Departemen Epidemiologi FKM Unair, tim dari Departemen Epidemiologi selain dosen juga mahasiswa Magister Epidemiologi Minat FETP (Field Epidemiology Training Program) sejak tanggal 28 Juni 2019. Mahasiswa ditugaskan di Kabupaten Pacitan dan Trenggalek.

“Mahasiswa juga diterjunkan untuk menginvestigasi kasus hepatitis A di Pacitan dan Trenggalek. Penerjunan tersebut juga didampingi dosen FKM,” ujar Dr. Atik kepada redaksi cakrawarta.com, Jumat (5/7/2019).

Dr. Atik menambahkan bahwa sampai saat ini warga dengan gejala klinis Hepatitis A masih ada yang berobat ke Puskesmas Dongko dan Panggul meskipun trendnya sudah sangat menurun sejak ditemukan pertama kali kasus hepatitis A. Puncak kasus terjadi pada minggu ke-tiga Bulan Juni. Jumlah kasus di Trenggalek sampai saat ini sudah sekitar 140 orang.

“Walaupun tidak sebesar kasus atau penderita yang ada di Pacitan yang sampai sekarang hampir mencapai 1.000 orang, investigasi di Kabupaten Trenggalek juga tetap harus dilakukan sama seriusnya dengan investigasi di Kabupaten Pacitan. Salah satu tujuan dalam investigasi adalah untuk mendapatkan kesimpulan faktor risiko yang dapat menyebabkan KLB, sehingga dapat dilakukan tindakan yang tepat untuk memutus mata rantai penyebaran,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dr. Atik menyampaikan bahwa karena virus Hepatitis A ditularkan melalui fecal oral, maka beberapa faktor telah diperdalam karena diduga sebagai sumber penularan dengan melakukan interview pada penderita, orang sehat sekitar penderita sebagai kontrol, makanan yang dikonsumsi oleh penderita, sumber air, jenis jamban, lingkungan, sanitasi, dan faktor-faktor lain yang mungkin bisa menjadi penyebab penularan virus hepatitis A.

“Dari data yang diperoleh kemungkinan penularan Hepatitis A dikarenakan banyaknya kegiatan kumpul dan makan bersama warga desa sampai dengan lintas desa seperti sejak di bulan puasa, lebaran sampai setelah lebaran berlanjut dengan acara pernikahan. Tetapi sampai sekarang belum bisa dipastikan secara spesifik sumber penularan yang kuat,” paparnya.

Sementara itu, ditambahkan  pula oleh Laura Navika Yamani, S.Si, M.Si, P.hD yang turut terjun ke lapangan bahwa dalam kegiatan investigasi yang dilakukan tim FKM Unair khususnya Departemen Epidemiologi di Kabupaten Trenggalek, pihaknya juga berdiskusi dengan pihak Litbangkes Kemenkes yang melakukan proses sampling air dari sumber air digunakan oleh warga di lokasi penderita tinggal. Menurut Laura, pihak Litbangkes sebelumnya telah melakukan pengambilan sampel air di Kabupaten Pacitan di beberapa titik sumber air di kecamatan yang mengalami KLB.

“Sampel air tersebut akan dibawa oleh Litbangkes Pusat untuk diperiksa kemungkinan adanya virus Hepatitis A. Sebelumnya, pengambilan sampel air dilakukan oleh pihak BBTKL Surabaya untuk diperiksa keberadaan bakteri e-coli sebagai sebagai indikator pencemaran air,” ujar Laura.

Dari keterangan baik Dr. Atik maupun Laura, P.hD, data-data hasil pemeriksaan akan diperoleh dalam minggu ini dan akan dikumpulkan bersama hasil investigasi epidemiologi untuk bisa memastikan sumber penularan sehingga harapannya akan bisa memutus mata rantai penularan virus hepatitis A tersebut dan status KLB dapat segera selesai dan yang lebih penting lagi tidak terjadi KLB yang sama di kemudian hari.

(bus/bti)

Comments are closed.