Thursday, March 12, 2026
spot_img
HomePolitikaDaerahKiswah Makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani Hadir di Surabaya, Khofifah: Ini...

Kiswah Makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani Hadir di Surabaya, Khofifah: Ini Warisan Spiritual Dunia Islam

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan dalam momen pembukaan pameran kiswah penutup makam ulama besar dan dunia Islam, Syeikh Abdul Qadir Al Jailani di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (11/3/2026) malam. (foto: BPP MAS untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Sehelai kiswah, kain penutup makam ulama besar dunia Islam, Syekh Abdul Qadir Al Jailani, kini hadir di Surabaya dan dipamerkan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya selama bulan Ramadhan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka pameran tersebut pada Rabu (11/3/2026) malam.

Kiswah yang dipamerkan merupakan kain penutup makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Baghdad, Irak. Kain tersebut secara berkala diganti setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada ulama besar yang dikenal sebagai pendiri Tarekat Qadiriyah itu.

Kiswah tersebut menjadi salah satu koleksi utama dalam Pameran “Masa Lalu dan Masa Kini Masjid Al-Akbar Surabaya” yang digelar di kawasan Air Mancur Masjid Al-Akbar Surabaya pada 1–30 Ramadhan, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan “Healing Ramadhan 2026”.

Menurut Khofifah, kiswah yang kini dipamerkan di Surabaya memiliki nilai historis dan spiritual yang istimewa. Kain tersebut diberikan langsung oleh cicit ke-33 Syekh Abdul Qadir Al Jailani, Syekh Afeefuddin Al Jailani, saat ia berziarah ke makam ulama besar tersebut di Baghdad.

“Kiswah ini memiliki makna yang sangat dalam. Ini bukan sekadar benda bersejarah, tetapi merupakan warisan spiritual dunia Islam yang mengingatkan kita pada sanad keilmuan dan keteladanan para ulama,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, kehadiran kiswah tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan keilmuan, akhlak, dan spiritualitas yang telah diwariskan para ulama besar kepada generasi berikutnya.

Selain kiswah, pameran tersebut juga menampilkan perjalanan sejarah Masjid Al-Akbar Surabaya sejak pertama kali digagas pada 1995 hingga diresmikan oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada 10 November 2000.

Sejumlah artefak bersejarah turut dipamerkan, antara lain kentongan, beduk, serta mihrab ukiran tahun 1999 yang menjadi bagian dari pembangunan awal masjid terbesar di Jawa Timur tersebut.

Pengunjung juga dapat melihat berbagai manuskrip kitab klasik yang selama ini menjadi rujukan dalam tradisi pembelajaran di pesantren, antara lain Kitab Tashrif Lughati, Kitab Amil, kitab fiqh, serta Kitab Bahjatul Ulum.

Khofifah mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini juga tengah serius melakukan pelestarian khazanah keilmuan Islam melalui penelitian, penelaahan, hingga penerbitan kitab-kitab turats atau warisan keilmuan klasik.

“Sekitar 400 manuskrip telah berhasil diteliti dan diselesaikan. Sementara sekitar 200 manuskrip lainnya telah didigitalisasi agar tetap lestari dan dapat diakses oleh generasi mendatang,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 48 manuskrip telah dirangkum dalam bentuk ikhtisar dan dibukukan dalam dua kitab khusus. Kedua kitab tersebut kemudian diserahkan kepada Grand Imam Al-Azhar, Syekh Ahmad Al-Tayyib, sebagai upaya memperkenalkan khazanah keilmuan ulama Nusantara kepada dunia Islam internasional.

Pameran tersebut juga menampilkan keteladanan para ulama Jawa Timur yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, di antaranya KH Muhammad Hasyim Asy’ari, HOS Tjokroaminoto, KH Mas Mansur, KHA Wahab Hasbullah, KH Raden As’ad Syamsul Arifin, KHA Wahid Hasyim, KH Masykur, KH Abdurrahman Wahid, serta Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan.

“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban, pembelajaran, dan penguatan karakter umat,” kata Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga mengukuhkan 99 relawan GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya yang akan melayani jamaah pada kegiatan qiyamul lail selama 10 malam terakhir Ramadhan.

Ketua Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya, Maula Azka, mengatakan para relawan tersebut direkrut melalui proses seleksi dari lebih dari 200 pendaftar yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan, Lamongan, dan Tuban.

Selain pameran kiswah, Masjid Al-Akbar Surabaya juga menggelar berbagai kegiatan Ramadhan lainnya, antara lain program “One Day One Khatam”, Ngaji Ngabuburit, qiyamul lail pada 10 malam terakhir Ramadhan, peringatan Nuzulul Quran, program sosial “MAS Berbagi” bagi dhuafa dan anak yatim, hingga berbagai lomba keagamaan bagi anak dan remaja.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular