Lelah Menunggu Pemerintah, Warga Ponorogo Patungan Perbaiki Jalan Rusak

Warga Desa Gajah, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo saat memperbaiki sendiri jalan Kabupaten yang sudah lama tak pernah dopetbaiki pemerintah setempat, Minggu (26/7/2026). (foto: Muh Nurcholis)

PONOROGO, CAKRAWARTA.com – Lelah menunggu perbaikan jalan yang tak kunjung terealisasi, warga Desa Gajah, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, memilih bergerak sendiri. Selama enam pekan terakhir, mereka bergotong royong sekaligus mengumpulkan dana secara swadaya untuk menambal ruas jalan Wringinanom–Gajah yang rusak demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Aksi yang dilakukan setiap Sabtu dan Minggu itu melibatkan puluhan relawan. Berbekal peralatan sederhana dan material yang dibeli dari hasil patungan warga, mereka menutup lubang-lubang di sepanjang ruas jalan yang selama bertahun-tahun belum mendapat penanganan menyeluruh.

Ruas jalan Wringinanom-Gajah memiliki panjang sekitar enam kilometer. Dari total panjang tersebut, sekitar tiga kilometer telah dibangun pada 2019. Adapun tiga kilometer sisanya masih mengalami kerusakan dan hingga kini belum mendapat perbaikan.

Menurut warga, Pemerintah Desa Gajah telah berulang kali mengajukan usulan pembangunan lanjutan kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Namun, hingga kini usulan tersebut belum terealisasi.

“Usulan sudah berkali-kali kami sampaikan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi. Padahal jalan ini menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas,” ujar seorang relawan yang enggan disebutkan namanya, Minggu (26/7/2026) saat ditemui media ini.

Jalan tersebut menjadi urat nadi mobilitas warga Desa Gajah dan sekitarnya. Selain menghubungkan kawasan permukiman, ruas itu juga menjadi akses menuju lahan pertanian, sekolah, pusat perdagangan, serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Warga mengaku tidak ingin terus menunggu sementara kondisi jalan semakin memburuk dan berpotensi memicu kecelakaan, terutama saat hujan ketika lubang jalan tertutup genangan air.

“Kami patungan bukan karena ingin menggantikan tugas pemerintah, tetapi karena jalan ini setiap hari kami gunakan. Kalau terus dibiarkan rusak, dampaknya bukan hanya menghambat kegiatan ekonomi, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat,” kata relawan tersebut.

Melalui aksi swadaya itu, warga berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo segera memberikan perhatian terhadap sisa ruas jalan yang belum diperbaiki dan memasukkannya ke dalam program pembangunan prioritas.

Bagi warga, gotong royong dan patungan memperbaiki jalan merupakan wujud kepedulian terhadap kepentingan bersama. Namun, mereka menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur jalan yang layak tetap menjadi tanggung jawab pemerintah demi menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.(*)

Kontributor: Muh Nurcholis

Editor: Abdel Rafi