Sunday, April 14, 2024
HomePolitikaKemendagri: Nasionalisme Jangan Muncul Hanya Saat Nonton Bola Saja

Kemendagri: Nasionalisme Jangan Muncul Hanya Saat Nonton Bola Saja

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Soedarmo. (Dok. Istimewa)
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Soedarmo. (Dok. Istimewa)

JAKARTA – Menjelang peluncurannya, Program Bela Negara (PBN) mendapatkan sorotan tajam dari masyarakat luas. Lebih banyak yang memprotes karena program ini dianggap berorientasi proyek. Tentu saja ada yang mendukung ide ini. Munculnya polemik itu membuat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya ikut memberikan suara. Menanggapi PBN yang dilakukan Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Soedarmo menilai PBN itu sangat prospektif. Terutama dalam membekali berbagai elemen bangsa dengan patriotisme, nasionalisme dan cinta tanahh air.

Soedarmo mennyatakan penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila akan terbangun dengan sendirinya. Rasa senasib sepenanggungan dan rasa memiliki bangsa dan tanah air juga akan terpupuk. Hasilnya, negara akan kuat dengan sendirinya karena nasionalisme sudah menjadi pola hidup masyarakat.

“Jadi jangan nasionalisme ini muncul hanya kalau nonton sepak bola saja,” ujar Soedarmo di kantor Kemendagri, Kamis (15/10).

Potensi-potensi kerusuhan seperti yang belakangan terjadi dinilai tak bisa menyusup ke NKRI, baik itu timbul dari dalam maupun luar negeri.

“Tidak akan ada penghianat terhadap bangsa ini,” tegasnya.

Untuk diketahui, Menhan sedang berusahaa merealisasikan program nasional Bela Negara. Hal tersebut dibuktikan melalui program pendidikan bagi pelatih gerakan ini di 45 Kabupaten di seluruh Indonesia. Pada 19 Oktober 2015 nanti, melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat), Kementerian Pertahanan akan mencanangkan Pendidikan dan Pelatihan bela negara pada 4.500 kader piilihan di Kabupaten-Kabupaten itu. Ada 100 orang kader yang dipilih dari 500 lebih Kabupaten di Indonesia dan dikumpulkan di 45 kabupaten.

Program tersebut adalah pilot project untuk melatih kader sebagai pelatih, yang akan ditindaklanjjuti pencanangan gerakan bela negara pada 1 Januari 2016 mendatang.

“Kader dibentuk untuk mewujudkan Indonesia yang kuat ditengah kompleksitas berbagai bentuk ancaman nyata,” ujar Menhan beberapa waktu lalu.

Pencetusan gerakan ini menurutnya sangat penting, pasalnya Ryamizard melihat Israel sebagai patokan. Di sana, dengan jumlah penduduk hanya sekitar 7 juta, namun bisa menahan serangan dari Palestina. Pertahanan semacam itu hanya bisa tercipta karena tiap-tiap warga negara punya kesadaran membela negara.

(msa/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular