Jumlahnya Besar, Vaksinasi Pada Anak Dinilai Membantu Tercapainya Herd Immunity

0

 

Vaksinasi Pada Anak Bisa Bantu Capai Herd Immunity
ilustrasi vaksinasi pada anak. (foto: unicef)

 

SURABAYA – Pandemi Covid-19 belum berakhir. Penambahan kasus positif Covid-19 terus bertambah tiap hari dan ini artinya penyebaran virus masih terjadi di masyarakat.  Pada Senin (9/8/2021) terdapat tambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 25.725.

Pakar kesehatan Universitas Airlangga (Unair) Dr. Dominicus Husada, dr., DTM&H., MCTM(TP)., Sp.A(K) mengatakan meski pandemi Covid-19 tidak lebih menyeramkan dari Flu Spanyol pada 1918 dan  pandemi PES pada abad ke-14, pandemi Covid-19 mampu membuat pelayanan kesehatan kewalahan.

Berbagai cara telah dilakukan seperti penggunaan double masker, mencuci tangan, mencegah kerumunan, bahkan pemberian vaksin. Saat ini pemberian vaksin Covid-19 tidak hanya ditujukan pada tenaga kesehatan, dewasa, atau lansia. Namun anak-anak sudah bisa mendapat vaksin sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan nomor HK.02.01/I/2007/2021. Dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa anak dengan usia 12 hingga 17 tahun sudah diperbolehkan menerima vaksin.

Kendati demikian pro dan kontra tentang pemberian vaksin Covid-19 pada anak turut bermunculan.

“Bagi yang pro akan mengatakan bahwa jumlah anak yang sakit itu besar lho, di Jawa Timur saja jumlah anak yang usianya dibawah 15 tahun  sekitar 8 hingga 10 juta jadi sangat besar. Dan itu pasti mempengaruhi herd immunity,”  ujar Dominicus.

Memberi tahu anak untuk memakai masker saat mereka berkumpul dinilai sulit. Apalagi, remaja adalah orang yang paling sulit diatur. Jadi kalau disuruh pakai masker atau cuci tangan tidak akan didengar.

“Remaja berperan dalam transmisi. Jangan lupa anak-anak juga dapat menularkan virus Covid-19. Jadi ini alasan untuk yang pro mengapa mereka mau anaknya divaksinasi,” imbuhnya.

Menurut Dominicus, kelompok yang kontra vaksin pada umumnya bukan karena manfaat secara kedokteran. Hal yang menjadi permasalahan adalah ketersediaan stok vaksin. Perlu diketahui bahwa dalam mencapai herd immunity dunia membutuhkan stok vaksin sebanyak 16 miliar yang notabene masih terpenuhi sebanyak 4 miliar.

“Stoknya ada atau tidak, jangan lupa penularan utama di sekolah itu pada orang dewasa, selesaikan dulu pada orang dewasa. Hal ini yang menjadi alasan orang tua tidak mengizinkan anaknya divaksin,” katanya.

Dominicus berpesan bahwa ancaman gelombang pandemi Covid-19 yang lebih besar masih menghantui oleh karenanya pemberian vaksin menjadi jalan keluarnya.

“Vaksin hanya bermanfaat bila sudah masuk ke tubuh manusia. Pandemi masih akan memakan banyak korban, ancaman wave berikutnya masih akan datang maka tidak ada jalan lain 5M, 7M, bahkan 12M selain vaksin adalah kunci,” pungkasnya.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.