Tuesday, February 27, 2024
HomeSosial BudayaSastraILUNI FIB UI Berikan Penghargaan Pada Sastrawan Sapardi Djoko Damono

ILUNI FIB UI Berikan Penghargaan Pada Sastrawan Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono, salah satu sastrawan terkemuka di Indonesia. (foto: istimewa)
Sapardi Djoko Damono, salah satu sastrawan terkemuka di Indonesia. (foto: istimewa)

JAKARTA – Ikatan Alumni (Iluni) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) memberikan penghargaan kepada sastrawan terkemuka Indonesia Sapardi Djoko Damono atas dedikasi dan karya-karya yang telah dihasilkan sepanjang hidupnya kepada kebudayaan dan sastra Indonesia.

Penghargaan ini diberikan melalui serangkaian perayaan kesenian dan parade budaya yang berlangsung mulai 8 hingga 10 Desember di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Diantaranya pementasan parade tari, pementasan teater, dan pertunjukan musik oleh para mahasiswa dan alumni FIB UI.

Penghargaan istimewa dari para alumni ini diberikan kepada sastrawan Sapardi Djoko Damono pada Sabtu (10/12/2016) di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pukul 19.00 WIB disaksikan oleh sejumlah tokoh masyarakat, para alumni UI, hingga beberapa perwakilan kedutaan besar negara asing di Jakarta.

Penghargaan ini merupakan penghargaan pertama Iluni FIB kepada sastrawan terbaik sekaligus alumni UI.

“Penghargaan ini bentuk kepedulian dan apresiasi Iluni FIB UI kepada mereka yang bekerja untuk sastra dan kebudayaan, sekaligus memotivasi lahirnya generasi sastrawan baru dari Universitas Indonesia,” kata Ratu Febriana Erawati, Ketua Iluni FIB UI, dalam siaran persnya, Sabtu (10/12/2016).

Parade seni, pementasan teater hingga penghargaan kepada Sapardi Djoko Damono oleh Iluni FIB UI ini diberikan dalam rangka Dies Natalis ke-76 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI pada Desember 2016.

Untuk diketahui, Sapardi Djoko Damono yang lahir di Surakarta pada 20 Maret 1940 adalah seorang sastrawan Indonesia terkemuka yang dikenal melalui puisi-puisinya hingga karya non fiksinya. Dengan kata-kata sederhana, puisi-puisi Sapardi sangat populer di kalangan sastrawan maupun masyarakat umum.

Ia tidak saja menulis puisi, namun juga cerita pendek. Selain itu, Sapardi menerjemahkan berbagai karya penulis asing, menulis esei, serta menulis sejumlah kolom/artikel di surat kabar, hingga menulis buku non fiksi seputar sastra dan kebudayaan yang digunakan sebagai bahan ajar kuliah mahasiswa.

Sapardi memperoleh pendidikan sastra tingkat sarjana di jurusan Sastra Barat Fakultas Sastra dan Kebudayaan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 1964. Kemudian Sapardi melanjutkan studi di Universitas Hawaii, Honolulu, Amerika Serikat (1970-1971) dan meraih gelar Doktor dari Universitas Indonesia (1989). Sejak tahun 1974, Sapardi mengajar di FSUI (kini FIB) hingga pensiun. DI FIB UI Sapardi meraih predikat guru besar, menjadi dekan FSUI, sebelum pensiun. Selama menjadi dosen Sapardi juga tercatat menjadi redaktur di majalah “Horison”, “Basis”, dan “Kalam”.

Selain dari Iluni FIB UI, Sapardi Djoko Damono banyak menerima penghargaan. Di antaranya pada tahun 1986, SDD mendapatkan anugerah SEA Write Award. Ia juga penerima Penghargaan Achmad Bakrie pada tahun 2003. Salah seorang pendiri Yayasan Lontar ini menikah dengan Wardiningsih dan dikaruniai seorang putra dan seorang putri.

“Iluni Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia sangat bahagia bisa memberikan penghargaan kepada Sapardi Djoko Damono, sastrawan Indonesia yang telah membaktikan dirinya untuk memajukan sastra Indonesia. Selamat kepada Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono dan keluarga,” pungkas Ratu Febriana Ekawati menutup keterangannya.

(bti)

Previous article
Next article
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular