FISIP UNAIR Bahas Diplomasi Taiwan, Mahasiswa Dibuka Akses Informasi Beasiswa Internasional

Mahasiswa mendapatkan merchandise khas Taiwan dari Direktur Jenderal Taipei Economic and Trade Office (TETO) Surabaya, David Wen Chiun Lin, dalam momen kegiatan “Taiwan’s Diplomatic Way: P-to-P Partnership and Scholarship Opportunities” tersebut berlangsung di Hall 5A, Gedung Soetandyo lantai 5, Kampus FISIP UNAIR, Kamis (15/10/2026). (foto: Nazwa)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Airlangga Diplomacy Forum (ADF) bersama Direktur Jenderal Taipei Economic and Trade Office (TETO) Surabaya, David Wen Chiun Lin, Kamis (15/10/2026). Forum ini membahas pendekatan diplomasi Taiwan, penguatan kemitraan antarmasyarakat, hingga peluang beasiswa bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke Taiwan.

Kegiatan bertajuk “Taiwan’s Diplomatic Way: P-to-P Partnership and Scholarship Opportunities” tersebut berlangsung di Hall 5A, Gedung Soetandyo lantai 5, Kampus FISIP UNAIR. Forum ini sekaligus menjadi kuliah tamu bagi mahasiswa Program Studi S1 Hubungan Internasional, khususnya peserta mata kuliah Tatanan Regional Indo-Pasifik dan Analisis Hubungan Internasional Komunikasi Korporat Terpadu.

Kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memahami praktik diplomasi Taiwan serta dinamika hubungan lintas negara di kawasan Indo-Pasifik, termasuk melalui kerja sama pendidikan, ekonomi, dan interaksi antarmasyarakat.

Acara diawali dengan sambutan Wakil Dekan II FISIP UNAIR, A Safril Mubah, yang menyambut kehadiran David Wen Chiun Lin beserta tim TETO Surabaya di Kampus Oranye UNAIR.

Diskusi kemudian dipandu Sarah Anabarja, dosen Hubungan Internasional FISIP UNAIR, sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, David Lin menjelaskan perkembangan hubungan diplomatik Taiwan dengan sejumlah negara dan wilayah, termasuk Kepulauan Marshall dan Amerika Serikat. Ia juga membahas berbagai aspek hubungan Indonesia–Taiwan, mulai dari hubungan bilateral dan ekspansi ekonomi hingga pembentukan jaringan rantai pasok regional serta pengembangan bentuk-bentuk kerja sama lainnya.

Pembahasan tersebut menyoroti pentingnya memahami hubungan lintas negara tidak hanya melalui diplomasi formal, tetapi juga melalui keterlibatan masyarakat, institusi pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Pendekatan people-to-people (P-to-P) partnership menjadi salah satu perhatian utama dalam forum ini. Melalui interaksi langsung antarmasyarakat, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi pendidikan, hubungan lintas negara dapat dikembangkan melalui jejaring yang melampaui komunikasi antarpemerintah.

Bagi mahasiswa Hubungan Internasional, perspektif tersebut memberikan gambaran mengenai beragam instrumen diplomasi yang dapat digunakan untuk membangun konektivitas dan memperluas kerja sama di tingkat regional maupun internasional.

Beasiswa Taiwan Jadi Peluang Pengembangan Akademik

Selain membahas diplomasi dan kerja sama ekonomi, forum ini juga mengangkat peluang beasiswa bagi mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Taiwan.

David Lin memperkenalkan sejumlah skema beasiswa, di antaranya MOE Taiwan Scholarship dan MOFA Taiwan Scholarship. Kedua program tersebut menjadi informasi penting bagi mahasiswa yang ingin menjajaki kesempatan studi sekaligus memperluas pengalaman akademik dan lintas budaya.

Informasi resmi mengenai kedua program beasiswa dapat diakses melalui tautan berikut:

Pengenalan peluang beasiswa tersebut memperluas pembahasan forum dari isu diplomasi menuju kesempatan konkret bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas akademik dan membangun jejaring internasional.

Pendidikan dalam konteks ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi individu, tetapi juga dapat berperan sebagai jembatan untuk memperkuat pemahaman lintas budaya dan hubungan antarmasyarakat.

Penyelenggaraan Airlangga Diplomacy Forum juga relevan dengan kajian Hubungan Internasional, terutama dalam memahami dinamika kawasan Indo-Pasifik yang melibatkan beragam kepentingan politik, ekonomi, dan sosial.

Melalui dialog bersama perwakilan TETO Surabaya, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mendalami pendekatan diplomasi Taiwan, memahami dimensi hubungan Indonesia–Taiwan, serta mengenali peluang kerja sama di bidang pendidikan dan ekonomi.

Forum ini sekaligus menegaskan pentingnya perguruan tinggi sebagai ruang pertukaran gagasan dan pengembangan perspektif internasional bagi generasi muda.(*)

Kontributor: Nazwa Azzarah M.

Editor: Abdel Rafi