
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Antusiasme kader Muhammadiyah Jawa Timur terhadap pelaksanaan Family Gathering ke-14 menunjukkan tren signifikan. Dalam dua hari sejak pendaftaran resmi dibuka, jumlah peserta telah melampaui separuh dari total kuota yang disediakan panitia.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) hingga Minggu (28/6/2026) mendatang, di Sarangan, Kabupaten Magetan, itu bukan sekadar agenda tahunan. Selama lebih dari satu dekade, forum ini berkembang menjadi ruang silaturahim yang mempertemukan kader lintas generasi dan profesi.
Ketua Panitia, Suli Da’im, mengatakan tingginya minat pendaftar mencerminkan kuatnya kebutuhan kader akan ruang kebersamaan di tengah beragam aktivitas masing-masing. “Dalam dua hari, pendaftar sudah melebihi separuh kapasitas. Ini menunjukkan adanya dorongan untuk kembali bertemu, bersilaturahim, dan memperkuat jejaring,” ujarnya di Surabaya, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, Family Gathering memiliki nilai historis dan emosional yang kuat. Selain menjadi ajang temu kangen, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang konsolidasi kader Muhammadiyah yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, amal usaha, birokrasi, hingga politik.

Tradisi tersebut berakar dari gagasan almarhum Nadjib Hamid, tokoh Angkatan Muda Muhammadiyah yang dikenal aktif merawat jejaring kader di luar struktur formal persyarikatan. Semangat itu, menurut Suli, terus dijaga dalam setiap penyelenggaraan kegiatan.
Penunjukan Suli Da’im sebagai ketua panitia dilakukan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Sukadiono, pada penyelenggaraan sebelumnya di Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Hingga hari ini, Senin (21/4/2026), panitia mencatat jumlah pendaftar mencapai sekitar 300 orang dari total kapasitas sekitar 500 peserta. Dengan laju pendaftaran yang relatif cepat, panitia memperkirakan kuota akan segera terpenuhi. “Kapasitas terbatas. Jika kuota terpenuhi, pendaftaran akan ditutup,” kata Suli.
Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahim, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas, memperluas kolaborasi, serta memperteguh peran kader Muhammadiyah dalam menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat.(*)
Kontributor: Muh. Nurcholis
Editor: Abdel Rafi


