Monday, April 15, 2024
HomeHukumDituduh Lakukan Penganiayaan, Inilah Kronologis Peristiwa Versi Pihak Masinton

Dituduh Lakukan Penganiayaan, Inilah Kronologis Peristiwa Versi Pihak Masinton

Inilah Laporan Dita Aditia ke Polda Metro Jaya atas kasus penganiayaan dirinya yang menurut keterangan dilakukan Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu.
Inilah Laporan Dita Aditia ke Bagian Siaga Bareskrim Mabes Polri atas kasus penganiayaan dirinya yang menurut keterangan dilakukan Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu.

JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP dituduh telah melakukan penganiayaan terhadap asisten pribadinya, Dita Aditia. Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh Dita.

Masinton dalam banyak kesempatan di media membantah tuduhan dimaksud. Bagaimanakah kronologis peristiwa yang menimpa salah satu anggota DPR yang cukup lantang bersuara berbeda dibandingkan rekan sejawatnya itu?

Berikut ini pengakuan yang diterima redaksi sebagaimana diceritakan oleh Staf Ahli dari Masinton, Abraham Leo Taditasik atau yang akrab dipanggil Abe.

“Tanggal 21 Januari 2016 ketika saya semobil bersama Pak Masinton saat akan pulang ke rumah jabatan anggota DPR di Kalibata. Berkisar Jam 23-an malam saya ditelepon Dita Aditia (terdaftar sebagai Aspri Pak Masinton), Dita minta dijemput oleh saya ke Camden Bar di Jalan Cikini II Menteng, penjelasan Dita ke saya via telepon minta dijemput karena kondisinya mabuk berat.

Kemudian didalam mobil saya sampaikan ke Pak Masinton bahwa saya mau jemput Dita karena sudah mabuk minuman beralkohol. Berhubung sudah malam Pak Masinton beserta sopirnya ikut mengantarkan saya ke jalan Cikini II. 

Saat kami tiba di depan Camden Bar Cikini, Pak Husni (sopir Pak Masinton) menjemput Dita ke dalam Camden Bar, kemudian Dita menuju mobil Pak Masinton dalam keadaan sempoyongan. Dita langsung duduk paling depan di samping kiri (sebelah stir/kemudi). Dita minta bantu ke sopir agar mobilnya diambilkan di lokasi parkiran kantor DPP Partai Nasdem di Menteng. 

Kemudian saya yang bawa mobil Pak Masinton. Dita duduk di depan, Pak Husni dan Pak Masinton duduk di belakang. Mobil kami mengarah ke kantor DPP Partai Nasdem mengantarkan Pak Husni untuk mengambil mobil Dita di Parkiran Nasdem.

Setelah ke luar dari parkiran kantor Nasdem, mobil berjalan beriringan, mobil Dita yang dikemudikan Pak Husni berjalan dibelakang mengikuti mobil Pak Masinton. 

Sepanjang perjalanan menuju Ke Cawang, Dita yang duduk di depan dalam kondisi mabuk berat sering berteriak histeris, tiba-tiba tertawa sambil membesarkan volume tape mobil.

Di sekitar jalan Matraman Dita muntah-muntah karena mabuk berat.

Di saat mobil yang saya kemudikan melintasi jalan Otista (Otto Iskandardinata), sambil berteriak histeris Dita bergerak tiba-tiba menarik setir mobil yang saya kemudikan, mobil oleng ke kiri jalan (nyaris menabrak trotoar), dengan sigap dan refleks saya melakukan pengereman mendadak sambil menepis tangan Dita yang dalam posisi menarik setir/kemudi mobil. Tepisan tangan kiri saya mengenai tangan dan wajah Dita. Dita teriak histeris di dalam mobil, Pak Masinton berupaya untuk menenangkan Dita.

Sesampainya di depan MT Haryono Square (perempatan lampu merah Cawang) Dita turun, wajahnya agak memerah dan lebam karena terkena tepisan tangan kiri saya yang memakai cincin batu akik. Lalu Pak Masinton menawarkan Dita untuk berobat ke Klinik terdekat, Dita menyatakan tidak apa-apa dan akan mengobati sendiri. Kemudian Pak Masinton menyuruh sopirnya (Pak Husni) mendampingi Dita yang dalam kondisi mabuk. Saya dan Pak Masinton pulang ke Kalibata, tak lama kemudian Pak Husni datang menyusul kami ke Kalibata.

Besoknya tanggal 22 Januari 2016, Dita menelepon saya minta dibantu biaya pengobatan karena ingin dirawat di rumah sakit mata Aini Di daerah Kuningan. Permintaan Dita saya sampaikan ke Pak Masinton dan dibantu biaya perawatan di RS mata Aini.

Saya dan Pak Masinton membesuk Dita yang dirawat di RS Mata Aini selama 2 hari 2 malam yang didampingi orangtuanya untuk menanyakan kondisinya. Berhubung kondisi memar di sekitar mata sudah membaik, atas saran dokter Dita diperbolehkan pulang.

Selama masa pemulihan, Dita disarankan untuk sementara istirahat dan diperkenankan ijin tidak masuk kerja.

Demikian penjelasan dan kronologis peristiwa tuduhan pemukulan terhadap Dita ini saya sampaikan sebenar-benarnya dan sesuai fakta yang ada”

(bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular