Di Tanah Adat Papua, Pangdam Kasuari Tangkap Suara Hati Warga Lapago dan Meepago

Momen penyerahan secara simbolik bantuan bibit babi kepada warga adat Meepago oleh Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru dalam kunjungan Pangdam Kasuari dan momen silaturahmi dengan masyarakat Adat Lapago dan Meepago di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (15/4/2026). (foto: Pendam XVIII/Kasuari untuk Cakrawarta)

MANOKWARI, CAKRAWARTA.com – Di tengah hamparan tanah adat Papua yang sarat nilai tradisi, Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru memilih datang, melihat, dan mendengar langsung suara hati masyarakat adat Lapago dan Meepago di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (15/4/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung di Kelurahan Sowi Gunung dan Kelurahan Amban. Kehadiran Pangdam disambut hangat oleh Kepala Suku Lapago Dangguweah dan Kepala Suku Meepago Marinus Adi melalui prosesi adat berupa tarian tradisional serta penyematan mahkota burung kasuari sebagai simbol penghormatan dan penerimaan dalam budaya setempat.

Dalam suasana sederhana namun penuh keakraban, Pangdam berdialog dengan para tokoh adat dan warga. Ia menyaksikan secara langsung kehidupan masyarakat yang masih lekat dengan nilai gotong royong serta kearifan lokal, sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan.

Salah satu harapan yang mengemuka adalah keinginan agar generasi muda Lapago dan Meepago mendapat kesempatan lebih luas untuk bergabung menjadi prajurit TNI. Bagi masyarakat adat, kehadiran anak-anak mereka di tubuh TNI bukan sekadar profesi, melainkan juga jembatan penguat hubungan antara negara dan komunitas adat.

Kepala Suku Lapago dan Meepago menyampaikan apresiasi atas perhatian Pangdam XVIII/Kasuari. Mereka juga menilai kehadiran prajurit Kodim 1801/Manokwari selama ini telah membangun komunikasi yang baik dan menghadirkan rasa kedekatan dengan masyarakat.

Sebagai wujud kepedulian, Pangdam menyerahkan tali asih serta bantuan bibit babi kepada kedua kepala suku untuk disalurkan kepada warga. Bagi masyarakat setempat, bantuan tersebut tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki makna sosial, kultural, dan spiritual yang erat dalam kehidupan adat.

Christian menegaskan, kehadiran Kodam XVIII/Kasuari harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap silaturahmi yang terjalin tidak berhenti sebagai kunjungan seremonial, melainkan terus tumbuh menjadi kerja sama yang berkelanjutan.

“Silaturahmi ini adalah awal untuk terus bersama-sama membangun dan menjaga kebersamaan,” ujarnya.(*)

Kontributor: Jhonni

Editor: Abdel Rafi